PeristiwaSumbawa Barat

Warga Seteluk Atas Meninggal Tertimbun Lumpur dalam Sumur

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Musibah tragis menimpa seorang warga berinisial H (55) di Blok Mata Ai, Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk. Korban meninggal dunia usai tertimbun lumpur dan terjepit gorong-gorong saat membersihkan sumur warga, Jumat, 11 September 2026.

Insiden bermula ketika korban bersama rekannya membersihkan sumur milik warga berinisial E sekitar pukul 15.30 Wita. Sumur galian baru tersebut mendadak longsor dan mengurung posisi korban di kedalaman.

Personel Polsek Seteluk langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan warga sekitar pukul 16.10 Wita. Petugas bergerak cepat mengamankan area serta berkoordinasi dengan tim evakuasi gabungan.

IKLAN

Tim BPBD KSB bersama Damkar Taliwang dan Damkar Seteluk merapat ke lokasi pada pukul 16.45 Wita. Petugas gabungan berjuang keras menembus material lumpur pekat di dalam sumur.

Proses penanganan berlangsung sangat rumit lantaran posisi tubuh korban terjepit kuat di sela gorong-gorong. Medan yang sempit dan material tanah labil menyulitkan pergerakan tim penyelamat di lapangan.

Evakuasi Gunakan Ekskavator

Melihat tingkat kesulitan tinggi, tim evakuasi mengerahkan satu unit ekskavator Dinas PUPR KSB sekitar pukul 23.25 Wita. Alat berat bekerja ekstra hati-hati untuk mengikis material tanah di sekitar sumur.

IKLAN

Upaya maraton seluruh unsur tim SAR akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 07.39 Wita. Petugas langsung membawa jenazah korban menuju Puskesmas Seteluk untuk penanganan medis awal.

Kapolsek Seteluk, IPTU Saidi, membenarkan keberhasilan proses pengangkatan jenazah korban dari dalam sumur tersebut. Ia memastikan seluruh tahapan evakuasi berjalan lancar berkat kerja keras tim gabungan.

“Anggota bersama tim gabungan berhasil mengeluarkannya pagi ini. Saat ini jenazah korban sedang dalam proses pemakaman,” kata Saidi, Sabtu, 12 September 2026.

Pihak keluarga menyampaikan kepasrahan atas musibah yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka. Keluarga sepakat menolak tindakan autopsi dan langsung mengurus proses pemakaman almarhum.

Kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di dalam sumur galian baru. Kondisi struktur tanah yang belum stabil sangat berpotensi memicu tanah longsor mendadak.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan kerja standar saat menghadapi medan berisiko tinggi. Musibah ini menyelimuti warga Desa Seteluk Atas dengan duka mendalam. (*)

Artikel Terkait