PemerintahanSumbawa Barat

Perkuat TPS3R dan TPST, KSB Target Kelola 30 Persen Sampah Desa

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Expo Karya bertema “Mengubah Sampah Jadi Berkah” di Taliwang, Jumat, 11 September 2026.

Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan bank sampah desa, sekaligus menyambut Hari Lingkungan Hidup dan HUT ke-23 KSB.

Pemerintah daerah memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana sosialisasi pengelolaan sampah secara nyata kepada para camat dan kepala desa. Sebanyak 14 kelompok dari unsur sekolah Adiwiyata hingga komunitas bank sampah memamerkan karya inovatif mereka.

IKLAN

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., membuka langsung pameran yang berfokus pada edukasi lingkungan tersebut. Ia menegaskan, pentingnya mengenalkan edukasi pengelolaan sampah kepada generasi muda sejak dini di sekolah.

“Kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan harus tumbuh sejak usia sekolah. Pembelajaran ini dapat masuk melalui materi muatan lokal di kelas,” ujar Bupati Amar, Jumat, 11 September 2026. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat mengawali penguatan sistem ini dengan menyiapkan bank sampah serta revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di seluruh desa. Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

IKLAN

Dukungan Anggaran APBDes 

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp150 juta per desa melalui APBDes Perubahan 2026 untuk mendukung operasional bank sampah. Kepala desa bertindak sebagai ujung tombak pelaksanaan program pengelolaan lingkungan di wilayah masing-masing.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan penyaringan sedikitnya 30 persen timbulan sampah sebelum masuk ke TPA. Selain menjaga kebersihan, sampah terkelola dapat memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

“Harapannya bank sampah ini nanti menjadi pola tabungan warga. Tabungan dalam bentuk sampah memiliki potensi ekonomi yang nyata,” jelas Bupati Amar.

Di samping itu, pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiga wilayah strategis pada tahun ini. Fasilitas tersebut bakal beroperasi di Batu Putih, Benete, serta Senayan untuk melayani seluruh kecamatan.

Pemerintah berharap, rangkaian program penanganan sampah ini berlanjut hingga menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Warga tidak lagi sekadar membuang sampah, melainkan mengolahnya menjadi produk berdaya guna.

Pemerintah optimistis keberadaan bank sampah desa mampu menekan volume buangan sampah secara signifikan. Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci sukses keberlanjutan program lingkungan di KSB. (*)

Artikel Terkait