Lombok Timur

Komisi II DPRD Lombok Timur Usulkan RSUD Selaparang Jadi RS Rehabilitasi

Lombok Timur (NTBSatu) – Warga Lombok Timur yang membutuhkan rehabilitasi narkoba maupun gangguan jiwa masih harus mencari layanan ke Kota Mataram. Kondisi ini mendorong Komisi II DPRD Lombok Timur mencari opsi agar daerah memiliki fasilitas rehabilitasi sendiri.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, Muhammad Holdi mengatakan, kebutuhan fasilitas rehabilitasi di daerah cukup mendesak.

Menurutnya, keterbatasan layanan membuat masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan penanganan.

IKLAN

“Selama ini masyarakat yang membutuhkan layanan rehabilitasi harus dirujuk ke Kota Mataram. Sehingga fasilitas ini sangat mendesak untuk segera dibuat di Lotim,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.

Komisi II kini melirik RSUD Selaparang di kawasan Jalan Wisata Pusuk Sembalun sebagai salah satu opsi. Pemerintah dapat memanfaatkan bangunan rumah sakit tersebut tanpa harus membangun fasilitas baru.

Holdi menilai, pemanfaatan RSUD Selaparang perlu mendapat perhatian karena pelayanan rumah sakit itu belum berjalan optimal.

IKLAN

Di sisi lain, sejak awal pembangunan, RSUD Selaparang memang mengarah pada konsep rumah sakit khusus.

Kaji Kelayakan Selaparang

Komisi II akan membawa usulan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melihat peluang perubahan fungsi RSUD Selaparang menjadi fasilitas rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa.

“Kalau memang memungkinkan untuk itu, kenapa tidak,” ujarnya.

Menurut Holdi, pemerintah juga pernah mewacanakan bangunan di wilayah Selong sebagai lokasi rumah sakit rehabilitasi. Karena itu, pihaknya akan melihat kembali kelayakan masing-masing fasilitas sebelum menentukan opsi yang paling memungkinkan.

“Memang ada bangunan juga di Selong yang sempat diwacanakan juga sebagai rumah sakit rehabilitasi. Tapi nanti kita cek apakah layak atau tidak,” katanya.

Holdi menilai, fasilitas rehabilitasi tidak hanya penting untuk menangani pasien selama menjalani perawatan. Pendampingan setelah pasien kembali ke keluarga dan lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Selain memudahkan akses layanan, fasilitas rehabilitasi di Lotim juga dapat membantu pasien menghadapi stigma sosial saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting agar pasien tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun mengalami gangguan pemulihan. (*)

Artikel Terkait