Dewan Kritik Pengadaan Tas Belanja DLH Kota Mataram Rp200 Juta
Mataram (NTBSatu) – Program pengadaan tas belanja ramah lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram senilai sekitar Rp200 juta, menuai kritik dari kalangan DPRD.
Dewan menilai, anggaran tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak di tengah persoalan armada pengangkut sampah yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram dari Fraksi PKS, Ismul Hidayat menilai, program yang DLH jalankan belum menyentuh akar persoalan sampah di Kota Mataram.
“Program DLH tidak konsisten. Harusnya fokus mengurangi sampah dari hulu, yakni rumah tangga,” tegasnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Ismul juga menyoroti, munculnya program pembagian tas belanja di tengah persoalan pengelolaan sampah yang ia nilai belum tuntas.
“Belum tuntas persoalan Tempah Dedoro, sekarang muncul lagi program beli tas buat CFD,” sindirnya.
Menurutnya, anggaran ratusan juta rupiah tersebut seharusnya bisa untuk kebutuhan yang lebih prioritas, terutama pembenahan armada pengangkut sampah milik DLH.
“Lebih baik DLH perbaiki armada angkutan sampah,” tambahnya.
Kritik serupa juga disampaikan anggota DPRD lainnya. Mereka menilai, pengadaan kantong belanja kurang efektif karena tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat saat berbelanja.
“Jangan buat pos anggaran baru. Kebanyakan warga yang belanja tidak berangkat dari rumahnya. Gimana mau bawa tas belanja dari rumah? Mohon dipertimbangkan kembali belanja tas tersebut,” ujarnya.
DLH Kota Mataram Bagikan Tas Belanja
Sebelumnya, Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pihaknya mengalokasikan sekitar Rp200 juta untuk pengadaan 8.000 unit tas belanja ramah lingkungan.
Program tersebut menyasar pengunjung Car Free Day (CFD) dan pasar tradisional, yang masih menggunakan kantong plastik kresek saat berbelanja.
Pada tahap awal, DLH telah membagikan 800 unit tas belanja gratis kepada pengunjung CFD yang kedapatan membawa plastik kresek.
“800 unit dibagikan untuk pengunjung Car Free Day yang menggunakan plastik kresek untuk membawa bawaan belanjaannya. Itu yang kita tukar dengan kantong belanja,” ujar Denny.
DLH juga berencana memperluas pembagian tas belanja ke pasar tradisional, mulai dari Pasar Pagutan. Nantinya petugas DLH akan berjaga di pintu masuk pasar, untuk menukarkan kantong plastik milik pengunjung dengan tas belanja ramah lingkungan. (*)




