Pidato Prabowo di DPR RI: Waktu Tidak Berkuasa, Ibu Mega Bantu Saya
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, peran Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden Ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri yang ia sebut, pernah membantunya di bidang ekonomi ketika belum berada di pemerintahan.
Hal itu Prabowo sampaikan saat berpidato dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo awalnya menceritakan, adanya menteri yang meminta arahan kepadanya terkait proyek atau tender yang pihak dengan latar belakang PDIP menangkan.
Menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya dipersoalkan selama proses kemenangan dilakukan secara benar.
“Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas, tetapi tanya, saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak ini bagaimana, Pak, ada proyek, ada tender, tetapi ini di belakangnya PDIP’, benar? Ayo, Menteri-menteri, benar kan? TeTapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya,” katanya, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan, ia mengambil sikap tersebut karena Megawati pernah melakukan hal serupa terhadapnya saat belum memiliki kekuasaan politik. Ia mengaku, ketika itu mendapat bantuan di bidang ekonomi dari Megawati.
“Tenang saja, karena waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Nggak, saya mau terbuka, saya nggak berkuasa waktu itu, alias luntang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan ‘kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan’. Saya sekarang ikuti contoh beliau,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, sebagai Presiden, ia tidak ingin melihat latar belakang politik seseorang dalam proses pemerintahan maupun proyek. Menurutnya, pihak yang menang secara benar harus tetap diberikan haknya.
“Saya sekarang Presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan, Saudara-saudara,” tuturnya. (*)




