KulinerLombok Tengah

Berawal dari Hobi Eksperimen, Mie Ayam Iyal Kini Jadi UMKM DWP Diskominfo Lombok Tengah

Lombok Tengah (NTBSatu) – Mie Ayam Iyal menjadi salah satu produk UMKM yang dikembangkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lombok Tengah.

Usaha rumahan ini menawarkan mie ayam dengan harga terjangkau dan cita rasa yang menjadi favorit masyarakat.

Penjual Mie Ayam Iyal, Firyal Aqila, mengatakan usaha tersebut baru berjalan sejak Desember 2025. Sebelum berjualan mie ayam, ia sempat mencoba berbagai usaha kuliner.

IKLAN

“Saya awalnya berjualan ice cream homemade sejak Februari 2025. Saya suka McFlurry Oreo, tetapi karena harus ke Mataram untuk membelinya, akhirnya saya mencoba membuat sendiri,” kata Firyal kepada NTBSatu, Selasa 1 September 2026.

Dari eksperimen tersebut, Firyal kemudian mencoba menjual salad jelly, pisang goreng, hingga bakwan. Namun, sejumlah usaha itu tidak bertahan lama.

Awal Mula Pilih Mie Ayam

Memasuki Desember 2025, Firyal kembali bereksperimen setelah ingin menikmati mie ayam Jawa dengan bumbu yang kuat. Ia melakukan lima kali uji coba sebelum menemukan rasa yang sesuai.

IKLAN

Hasilnya kemudian dibagikan kepada keluarga dan mendapat respons positif. Keluarga bahkan mendorong Firyal segera membuka usaha Mie Ayam Iyal.

“Alhamdulillah responsnya positif dan menyuruh saya untuk cepat-cepat buka jualan mie ayam tersebut. Jadilah sampai sekarang saya jualan Mie Ayam Iyal,” ujarnya.

Mie Ayam Iyal memiliki ciri khas pada ukuran mienya yang kecil. Selain itu, Firyal menggunakan chili oil sebagai pilihan sambal.

Menu yang paling banyak pelanggan minati yakni mie ayam komplit seharga Rp14 ribu. Menu tersebut berisi dua bakso dan tiga pangsit.

Ada pula mie ayam bakso dan mie ayam pangsit yang masing-masing dengan harga Rp11 ribu. Sementara pangsit chili oil berisi delapan pangsit dengan harga Rp10 ribu.

Pelanggan juga bisa menambah topping bakso atau pangsit Rp1.000 serta telur Rp3.000.

Firyal mengatakan sebagian besar pelanggan baru mengetahui Mie Ayam Iyal melalui rekomendasi dari pelanggan sebelumnya.

Ke depan, ia berharap usahanya semakin berkembang, memiliki peralatan produksi lebih lengkap, merekrut karyawan, serta mengurus legalitas seperti sertifikat halal dan hak merek.

“Harapan saya Mie Ayam Iyal semakin luas peminatnya walaupun usaha ini dari dapur rumah,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait