Kabupaten BimaPemerintahan

Dampak El Nino, Ratusan Warga Bima Terima Bantuan Air Bersih

Bima (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mendistribusikan belasan ribu liter air bersih untuk mengatasi krisis kekeringan yang melanda wilayah pesisir.

Penyaluran bantuan ini menyasar ratusan warga di Kecamatan Woha dan Kecamatan Bolo yang terdampak cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Sadimin menyebutkan, tim BPBD Kabupaten Bima telah menyalurkan sebanyak dua rit atau setara 10.000 liter air bersih ke beberapa wilayah. Salah satunya adalah di RT 001 dan RT 002 Desa Waduwani, Kecamatan Woha. Bantuan ini menjangkau 135 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 427 jiwa yang kesulitan mendapatkan air bersih sejak musim kemarau melanda.

IKLAN

Selain di Woha, armada tangki air juga bergerak ke Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo. Petugas membagikan satu rit air bersih kapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan harian 41 KK atau 122 jiwa warga setempat.

“Kami menerjunkan tim ke lapangan untuk menyalurkan air bersih secara bertahap. Ini adalah bentuk respons kita dari laporan warga yang mulai mengalami krisis air,” ujar Sadimin, Senin, 31 Agustus 2026.

Kaji Dampak Bencana

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian krisis air ini. Namun, tingginya kebutuhan warga membuat fasilitas penampungan sementara menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di lokasi terdampak.

IKLAN

“Saat ini warga sangat membutuhkan bantuan tandon air. Itu tujuannya agar proses penampungan dan distribusi air bersih di tingkat desa bisa berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bima terus berkoordinasi dengan jajaran pihak kecamatan, TNI, Polri, hingga pemerintah desa untuk mengkaji dampak bencana secara cepat. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat Kabupaten Bima maupun Provinsi NTB demi memperluas jangkauan bantuan.

BPBD meminta masyarakat menghemat pemakaian air serta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya selama musim kemarau.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan efisien. Warga juga kami minta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, hingga potensi wabah penyakit,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait