Lombok TimurPemerintahan

11.610 Keluarga Berisiko Stunting di Lombok Timur Masuk Program Genting

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur memperkuat Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk menekan angka stunting di daerah.

Penguatan program itu menyasar 14.106 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang menjadi target pemerintah pusat melalui BKKBN.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.610 KRS kini sudah terintegrasi dalam program Genting.

IKLAN

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur Muksin mengatakan, program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah dua tahun (baduta), serta anak yang mengalami stunting.

Pendampingan kepada keluarga berlangsung melalui edukasi, intervensi, dan pemberian bantuan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

“Genting menyasar keluarga berisiko stunting, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, baduta, sampai anak stunting,” kata Muksin dalam rapat koordinasi Genting di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa, 1 September 2026.

IKLAN

Hingga kini, pemerintah telah memberikan edukasi kepada 9.627 KRS. Selain itu, 1.574 KRS menerima intervensi nutrisi, 394 KRS mendapat akses air bersih, 14 KRS memperoleh jamban sehat, dan satu keluarga mendapat bantuan rumah layak hunian.

Capaian program Genting sendiri telah mencapai 81 persen. Namun, pemerintah tidak ingin program tersebut berhenti pada penyaluran bantuan.

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya menekankan, pentingnya memastikan setiap intervensi sesuai kebutuhan keluarga penerima.

Menurutnya, program Genting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai unsur lainnya.

“Pertemuan ini untuk membangun sistem kerja. Intervensi spesifik dan sensitif yang diperlukan harus disampaikan kepada mitra-mitra Genting,” tegasnya.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemkab Lombok Timur juga membagi wilayah binaan Genting melalui SK Bupati. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya memiliki Person In Charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap wilayah binaannya.

PIC akan memantau perkembangan program sekaligus menjaga komunikasi antara pemerintah dan keluarga sasaran. Dengan pola tersebut, pemerintah berharap tindak lanjut program tetap berjalan meski terjadi pergantian personel dalam kegiatan atau rapat.

Perlunya Peningkatan Kapasitas Kader

Edwin juga meminta pemerintah meningkatkan kapasitas kader. Pelatihan akan mencakup keterampilan penyuluhan, pencatatan data, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan dukungan operasional, mulai dari logistik, insentif kader, hingga koordinasi rutin di tingkat wilayah.

Program Genting menjalankan dua bentuk intervensi. Intervensi spesifik mencakup bantuan nutrisi melalui pemberian makanan tambahan atau bahan pangan kaya protein hewani bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.

Sementara itu, intervensi sensitif menyasar kondisi lingkungan dan sosial keluarga. Bentuknya antara lain penyediaan air bersih, jamban sehat, bedah rumah tidak layak huni, hingga pembangunan jembatan untuk membuka akses masyarakat.

Perwakilan Kemendukbangga Provinsi NTB, Lalu Makripuddin menyebut, Lombok Timur sebagai salah satu barometer percepatan penurunan stunting di NTB.

Karena itu, ia mendorong Pemkab Lombok Timur terus memperkuat inovasi dan memastikan seluruh program menyentuh keluarga sasaran.

Soroti Data BOKB

Lalu juga menyoroti data realisasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Lombok Timur. Ia menemukan perbedaan antara data dalam aplikasi dengan laporan Dinas P3AKB Lombok Timur.

Ia meminta pemerintah daerah segera memperbarui laporan tersebut ke tingkat pusat agar data program sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Selain persoalan data, Lalu mengingatkan pemerintah agar terus meningkatkan capaian Genting yang kini berada di angka 81 persen.

“Lebih utama lagi memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, dimanfaatkan, dan dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai tujuan program,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait