Lombok BaratPolitik

DPRD Lobar Desak Evaluasi OPD yang Tak Mampu Eksekusi Pokir

Lombok Barat (NTBSatu) – DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta pemerintah mengevaluasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak mampu menjalankan program aspirasi masyarakat. Selain itu, Dewan menilai OPD tidak boleh terus menggunakan alasan teknis untuk menghambat program tersebut.

Anggota DPRD Lobar, Munawir Haris, menyampaikan desakan itu. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Wakil Bupati Lobar, Ummi Nurul Adha, mempertegas kembali komitmen kepada OPD. Menurutnya, sejumlah program aspirasi masyarakat sudah masuk dalam pembahasan APBD Perubahan.

“Mohon mempertegas kembali OPD terkait ketidaksanggupan mereka dalam pelaksanaan kegiatan APBD 2026,” kata Munawir, Senin, 31 Agustus 2026, usai paripurna penyerahan KUA-PPAS APBD Lobar 2027.

IKLAN

Dewan Soroti OPD Lambat Tangani Pokir

Lebih lanjut, Munawir meminta pemerintah mengevaluasi kepala dinas yang tidak mampu menjalankan program. Menurutnya, kepala OPD yang lamban belum melupakan kasus OTT KPK Eks Bupati Lalu Ahmad Zaini sebelumnya.

“Evaluasi kepala dinas yang tidak mampu atau tidak mau bekerja, kita harus move on hari ini,” tegas legislator dari fraksi PAN tersebut.

Sementara itu, Munawir menilai pemerintah tidak perlu takut menjalankan program masyarakat selama usulannya jelas. Bahkan, ia mengaku telah berkoordinasi dengan BPK, BPKP, dan KPK terkait pelaksanaan aspirasi masyarakat.

IKLAN

“Yang tidak boleh kalau fiktif. Kalau sudah ada manfaat dan kelompoknya, jangan dipersulit,” katanya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Lobar dari Fraksi Golkar, Muhamad Zulkarnain, menyampaikan kritik serupa. Menurutnya, komunikasi antara anggota DPRD dan sejumlah kepala OPD masih bermasalah.

Bahkan, beberapa kepala OPD enggan merespons komunikasi anggota dewan. “Kepala OPD tidak berani merespons kami, kami kontak lewat telepon tidak mau jawab,” ujarnya.

Selain itu, Zulkarnain menyebut beberapa OPD mengaku menunggu arahan dari Wakil Bupati. Karena itu, ia meminta UNA membuka ruang komunikasi yang lebih jelas dengan seluruh OPD.

UNA Pastikan Pokir Sesuai Aturan

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lobar, Ummi Nurul Adha atau UNA, menegaskan setiap usulan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan setiap aspirasi memiliki proposal dan sasaran yang jelas.

“Kalau sudah sesuai aturan, tidak ada yang perlu kita khawatirkan,” ujarnya.

Namun demikian, UNA menjelaskan desakan evaluasi dan mutasi kepala OPD tak bisa langsung terealisasi. Sebab, pemerintah tetap memiliki mekanisme evaluasi sebelum mengambil keputusan.

“Kalau saya harus melakukan mutasi, bagaimanapun sudah ada aturannya. Kita harus evaluasi panjang dan bersurat ke Kementerian Dalam Negeri, jadi enggak bisa langsung,” jelas UNA. (*)

Artikel Terkait