AdvertorialPendidikan

Dokter Penyandang Disabilitas Raih IPK 4,00, Kevin Buktikan Keterbatasan Bukan Jadi Penghalang

Mataram (NTBSatu) – Cita-cita menjadi dokter yang ditanamkan sejak kecil akhirnya terwujud bagi dr. I Gede Kevin Hindu Dharmawan, S.Ked. Dokter muda kelahiran Singaraja, 21 November 2001, itu berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dengan predikat cumlaude dan IPK 4,00 pada Sumpah Dokter Periode ke-51 Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).

Kevin, sapaan akrabnya, merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Perjalanan menuju profesi dokter tidak ditempuh dengan mudah.

Sebagai penyandang disabilitas, ia menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan kedokteran yang berlangsung kurang lebih enam tahun. Namun, keterbatasan tidak membuatnya berhenti mengejar cita-cita.

IKLAN

Kisah perjuangan tersebut disampaikan Kevin saat diwawancarai Staf Humas dan Publikasi Biro Humas, Kerja Sama dan Alumni (HKA) UNIZAR seusai pelaksanaan Sumpah Dokter Periode ke-51 di Rinjani Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram, Rabu, 26 Agustus 2026.

Enam Tahun Berjuang Menempuh Pendidikan Kedokteran

Kevin mengakui, selama menempuh pendidikan kedokteran ia menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi fisik maupun tantangan lainnya.

Namun, ia bersyukur memiliki support system yang kuat. Dukungan dari keluarga, teman-teman, dosen, serta lingkungan Fakultas Kedokteran UNIZAR menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

IKLAN

Menurut Kevin, perhatian Fakultas Kedokteran UNIZAR terhadap kondisi dan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas membuatnya merasa lebih percaya diri dalam menjalani proses pendidikan.

“Dukungan tersebut membuat saya merasa lebih percaya diri untuk menjalani setiap proses pendidikan hingga akhirnya dapat menyelesaikannya dengan baik,” ujar Kevin.

Dukungan lingkungan pendidikan menjadi penting bagi mahasiswa penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan mencapai prestasi akademik.

Cita-Cita Sejak Kecil Mengantarkan Kevin Raih IPK 4,00

Di balik pencapaian akademik dengan IPK sempurna, Kevin memiliki motivasi yang sederhana, yakni mewujudkan cita-cita menjadi dokter yang telah dimilikinya sejak kecil. Cita-cita tersebut terus ia tanamkan dan perjuangkan melalui setiap tahapan pendidikan.

“Bagi saya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Justru, kondisi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Bagi Kevin, keberhasilan bukan datang secara instan. Setiap proses harus dijalani dengan kesungguhan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

Kevin menyebut kedua orang tua sebagai sosok yang paling berperan dalam perjalanan pendidikannya. Dukungan tersebut kemudian diperkuat oleh kehadiran teman-teman, dosen, serta keluarga besar Fakultas Kedokteran UNIZAR.

Bagi Kevin, keberhasilan meraih IPK 4,00 bukan hanya hasil perjuangan pribadi. Ada dukungan banyak pihak yang membuatnya mampu melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.

Menjadi dokter sekaligus penyandang disabilitas memberikan pengalaman tersendiri bagi Kevin. Pengalaman tersebut justru ingin ia jadikan bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan medis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan dengan empati.

“Saya ingin memberikan pelayanan dengan penuh empati dan memahami pasien secara lebih menyeluruh, termasuk kepada pasien penyandang disabilitas,” tuturnya.

Pengalaman pribadi tersebut diharapkan membuat Kevin semakin memahami bagaimana memberikan pelayanan yang manusiawi, khususnya kepada pasien yang memiliki keterbatasan atau membutuhkan perhatian khusus.

Ajak Penyandang Disabilitas Tidak Takut Bermimpi

Kevin juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa maupun calon dokter penyandang disabilitas agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia mendorong penyandang disabilitas untuk berani mengambil kesempatan dan terus mengembangkan kemampuan.

“Mungkin dalam perjalanan akan ada tantangan dan keterbatasan yang harus dihadapi. Namun, selama kita memiliki kemauan, dukungan, dan terus berusaha, saya yakin kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu makna penting dari perjalanan Kevin. Prestasinya menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan dan profesi dapat terbuka ketika lingkungan memberikan ruang yang inklusif dan individu terus berusaha mengembangkan potensi dirinya.

Kevin menjelaskan, salah satu alasan dirinya memilih UNIZAR adalah visi dan misi universitas yang berlandaskan nilai Rahmatan lil ‘Alamin. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan prinsip kedokteran dan nilai yang ia pegang dalam kehidupan.

Selain itu, fasilitas dan lingkungan Fakultas Kedokteran UNIZAR dinilai memberikan dukungan terhadap mahasiswa penyandang disabilitas.

Kondisi tersebut membuat Kevin merasa nyaman dalam mengikuti proses pendidikan dan dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal.

Ingin Ilmunya Bermanfaat bagi Masyarakat

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Kevin berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia ingin berkontribusi dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di daerahnya.

Harapan tersebut menjadi langkah berikutnya setelah perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa kedokteran. Predikat cumlaude dan IPK 4,00 bukan menjadi akhir, melainkan awal bagi Kevin untuk mengabdikan ilmu dan profesinya kepada masyarakat.

Kepada calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan kedokteran, Kevin berpesan agar tidak ragu memilih Fakultas Kedokteran UNIZAR. Khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas, ia mengajak untuk tidak minder dan tetap berani mengejar cita-cita.

“Jangan merasa takut atau minder. Selama kita memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang, teruslah berusaha,” pesannya.

Bagi Kevin, menjadi dokter bukan sekadar pencapaian pribadi. Profesi tersebut membawa tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Kisah dr. I Gede Kevin Hindu Dharmawan menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Dengan dukungan keluarga, lingkungan pendidikan yang inklusif, kerja keras, dan keyakinan terhadap cita-cita, setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan prestasi terbaik. Terus melangkah, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jangan takut mengejar cita-cita. (*)

Artikel Terkait