Politik

DPD RI Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Nasib Karyawan Jadi PR

Mataram (NTBSatu) – DPD RI turut mengomentari penutupan sejumlah gerai Alfamart dan Indomart di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini menyebabkan aksi sejumlah pegawai yang terancam dirumahkan.

Anggota DPD RI, Evi Apita Maya mengaku, baru mengetahui berita tersebut. Sebelum mengambil tindakan, ia akan mencari tahu dulu penyebab penutupan gerai-gerai ritel modern tersebut.

“Saya juga baru membaca berita itu dan saya masih mau cari tahu kenapa itu sampai ditutup,” kata Evi di Mataram, Senin, 25 Mei 2026.

IKLAN

Kendati demikian, lanjutnya, fenomena ini masuk catatan agar DPD RI mencarikan solusinya. “Kemungkinan itu menjadi catatan kita, kenapa dan bagaimana solusinya,” ujarnya.

Di balik penutupan sejumlah gerai ritel modern tersebut, ada para pekerja terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan kondisi ini, Evi berharap, keberadaan mereka bisa pemerintah akomodir melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Sehingga, setidaknya bisa mengurangi angka pengangguran di NTB. “Mungkin juga itu diakomodir untuk mereka bisa masuk, karena sudah berpengalaman untuk mengelola retail,” jelasnya.

IKLAN

Berharap Solusi dari Koperasi Merah Putih

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih sebagai retail yang dapat menampung berbagai produk UMKM masyarakat desa. Dengan begitu, ia berharap, keberadaan koperasi tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif.

Termasuk, memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga desa. “Tentunya koperasi itu anggotanya dari kita untuk kita,” katanya.

Untuk lebih konkretnya, jelasnya, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut permasalahan tersebut. Ia menegaskan, persoalan ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) DPD RI.

“Saya kaget ada sampai karyawannya menangis gitu, bagaimana nasib mereka ke depannya. Nah tentunya ini menjadi PR kita,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, banyaknya retail modern yang beroperasi saat ini membuat persaingan dengan retail kecil dan UMKM di masyarakat semakin ketat. Bisa saja, katanya, kondisi ini menjadi salah satu alasan penutupan sejumlah gerai Alfamart tersebut.

“Saya belum bisa menjawab secara pasti, karena saya juga baru mengetahui itu,” katanya.

Sebelumnya, ratusan pekerja yang tergabung dalam Himpunan Karyawan Alfamart Yang Terdampak Penutupan Toko di Lombok Tengah menggelar aksi unjuk rasa damai, Rabu, 20 Mei 2026 lalu. Aksi turun ke jalan ini akibat penutupan sejumlah gerai Alfamart di wilayah Lombok Tengah, yang berimbas langsung pada hilangnya mata pencaharian para karyawan. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button