AdvertorialPendidikan

UMMAT Go Global: Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Perluas Jejaring Akademik melalui I-LISS 2026

Mataram (NTBSatu) – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) terus memperkuat agenda internasionalisasi perguruan tinggi melalui peningkatan keterlibatan sivitas akademika dalam forum akademik global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UMMAT dalam kegiatan 10th International Library and Information Science Society (I-LISS) 2026 yang diselenggarakan pada 26–28 Agustus 2026 di Hotel UiTM, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Keikutsertaan delegasi FISIPOL UMMAT dalam forum internasional ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta perluasan jejaring kolaborasi keilmuan di bidang perpustakaan dan sains informasi. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui interaksi dengan akademisi, peneliti, pustakawan profesional, serta praktisi informasi dari berbagai negara.

IKLAN

Forum I-LISS 2026 mengangkat tema “Thriving Through Transformation: Innovative, Digital, and Adventurous Futures for Librarians”. Tema tersebut menyoroti dinamika transformasi profesi perpustakaan di era digital, khususnya terkait inovasi layanan informasi, pemanfaatan teknologi, pengelolaan pengetahuan, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi global.

Keterlibatan FISIPOL UMMAT dalam forum ini menunjukkan komitmen program studi dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan memiliki perspektif global dalam menjalankan profesinya.

Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FISIPOL UMMAT, Ridwan, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa pengalaman akademik internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kualitas mahasiswa agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

IKLAN

Menurutnya, perkembangan bidang perpustakaan dan sains informasi saat ini menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, literasi digital, serta kemampuan membangun jejaring profesional lintas negara.

“Pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, membangun jejaring, dan memiliki wawasan global di bidang perpustakaan dan sains informasi,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT, Asbah, M.Hum., mengapresiasi langkah FISIPOL UMMAT yang terus membuka ruang partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik internasional.

Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika dalam forum global merupakan bagian integral dari strategi UMMAT dalam membangun budaya akademik internasional dan memperkuat posisi perguruan tinggi dalam jejaring pendidikan tinggi global.

“Kegiatan internasional seperti I-LISS 2026 menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas jejaring akademik, bertukar pengetahuan, serta memahami perkembangan keilmuan dalam perspektif global. KUIK UMMAT terus mendorong seluruh program studi agar aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan internasional sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi kampus,” jelas Asbah.

Ia menambahkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan kerja sama kelembagaan dengan mitra luar negeri, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa.

“Internasionalisasi bukan hanya tentang menghadirkan kerja sama dengan luar negeri, tetapi juga memastikan mahasiswa UMMAT memiliki pengalaman, kompetensi, dan kesiapan untuk bersaing di tingkat global,” tambahnya.

Selain mengikuti rangkaian konferensi dan diskusi akademik dalam 10th I-LISS 2026, delegasi FISIPOL UMMAT juga mengikuti agenda International Library Visit sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran kontekstual untuk memahami praktik pengelolaan perpustakaan dan layanan informasi di tingkat internasional.

Melalui partisipasi dalam kegiatan akademik global tersebut, UMMAT terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berbasis pada inovasi, kolaborasi, dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UMMAT dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berwawasan global, dan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan masyarakat berbasis pengetahuan.

Ke depan, UMMAT akan terus mendorong peningkatan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat reputasi akademik serta mewujudkan visi perguruan tinggi yang berdaya saing global. (*)

Artikel Terkait