Brain Academy Gabungkan Canggihnya Teknologi Ruangguru dengan Pembelajaran Tatap Muka
Mataram (NTBSatu) – Brain Academy adalah salah satu kursus yang membuka cabang di Lombok pada tahun 2019. Brain Academy memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dengan kursus lainnya. Yakni, menggabungkan metode belajar tatap muka dengan sistem aplikasi Ruangguru.
Branch Manager Brain Academy Mataram, Dani Sudarmansyah menjelaskan, tujuan utama menggabungkan teknologi dengan metode pembelajaran konvensional ini adalah untuk efektifitas pembelajaran.
“Kalau biasanya setiap masuk kelas setiap guru harus menuliskan bahan ajar di papan tulis. Melalui aplikasi Ruangguru, setiap siswa sudah bisa mengakses materi langsung sehingga waktu pembelajaran lebih efektif. Selain itu, di aplikasi juga sudah disiapkan materi dengan pembahasan yang lebih luas. Sehingga, siswa dapat mempelajari materi yang bahkan mungkin belum diajarkan di dalam kelas. Hal ini juga memudahkan siswa untuk dapat mengakses materi dari mana saja dan kapan saja” tutur Dani kepada NTBSatu, Jumat, 8 Mei 2026.
Walau materi utama dalam kelas sudah tercantum penuh pada aplikasi Ruangguru, interaksi dalam kelas juga tetap berjalan. Pada setiap sesi pembelajaran, selalu ada diskusi, tanya jawab, dan pembahasan terkait materi yang sudah ada pada aplikasi. Hal ini dapat melatih bagaimana siswa berdiskusi dan menyampaikan pendapat.
Sistem Kelas Tambahan
Brain Academy juga memberikan sistem kelas tambahan, untuk memaksimalkan siswa menyerap materi. Yaitu, dengan mengikuti Klinik PR.
“Klinik PR adalah kelas tambahan yang diberikan bagi siswa yang ingin menjadwalkan pembelajaran di luar sesi reguler yang sudah didapatkan. Siswa dapat mengajukan pertemuan dengan guru melalui aplikasi dan nanti kami carikan jadwal yang tepat untuk Klinik PR. Di Klinik PR, siswa dapat dibantu untuk mengerjakan PR dari sekolah, belajar materi yang tertinggal, dan juga persiapan ulangan atau ujian,” jelas Dani.
Buka Konsultasi bagi Siswa dan Orang Tua
Brain Academy terbuka untuk siswa yang ingin mengkonsultasikan rencana dan target pendidikan ke jenjang selanjutnya. Brain Academy juga melibatkan orang tua dalam mengkomunikasikan rencana pendidikan siswa.
“Kami sering kali menjadi mediasi diskusi siswa dengan orang tua terkait target dan rencana pendidikan siswa ke depannya. Kami berharap, siswa dapat lebih terbuka kepada orang tua terkait keinginan mereka. Dan orang tua juga dapat menyampaikan harapannya kepada anak mereka dengan lebih terbuka,” jelas Dani.
Terbukti, dengan sistem pendidikan hybrid, yakni memanfaatkan aplikasi Ruangguru dengan pengemasan cara belajar dalam kelas, serta konsultasi terkait keinginan dan kemampuan siswa. Brain Academy berhasil melahirkan siswa-siswi yang lulus di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia.
“Investasi terbaik adalah pendidikan. Bagi orang tua yang ingin memaksimalkan pendidikan anaknya, baiknya jangan menunda nunda untuk memberikan investasi pendidikan yang lebih luas. Agar dapat memupuk rasa tanggung jawab anak kepada pendidikan sejak dini. Kami berharap, orang tua juga dapat mendukung proses pembelajaran anak melalui komunikasi yang terbuka dan rutin dengan anak,” tutup Dani. (*)




