Ekonomi BisnisNasional

Ketua Komisi XI DPR RI Sebut Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Tenangkan Publik

Jakarta (NTBSatu) – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang tidak terdampak penguatan dolar Amerika Serikat (AS), merupakan upaya pemerintah menenangkan publik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Misbakhun, pernyataan Prabowo tidak perlu dimaknai secara harfiah. Melainkan, sebagai pesan agar masyarakat tetap tenang menghadapi gejolak kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat. Jangan dibaca terlalu eksplisit. Upaya Bapak Presiden adalah menenangkan masyarakat bahwa dolar yang begitu tinggi, masyarakat diminta tenang,” kata Misbakhun, mengutip tayangan YouTube TVR Parlemen, Selasa, 19 Mei 2026.

IKLAN

Misbakhun mengatakan, Bank Indonesia juga telah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Sehingga, kondisi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis ekonomi 1998.

Politikus Partai Golkar itu menyebut, struktur ekonomi Indonesia saat ini berbeda dari situasi menjelang krisis 1998. Ia menilai, pernyataan Prabowo juga menjadi sinyal kepada Bank Indonesia agar segera menangani pelemahan rupiah.

Selain itu, Misbakhun menilai, kepala negara memiliki tanggung jawab menjaga kondisi psikologis masyarakat agar tidak terpancing isu maupun rumor terkait ekonomi nasional.

IKLAN

“Yang ingin dijaga oleh Bapak Presiden itu adalah jangan sampai masyarakat terjadi kepanikan. Karena masyarakat harus dijaga, jangan sampai kemudian gejolak isu itu menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pernyataan Prabowo juga bertujuan menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah meningkatnya pembahasan mengenai dolar AS di ruang publik.

Sebut Masyarakat Merasakan Pelemahan Rupiah

Meski demikian, Misbakhun mengakui, pelemahan rupiah terhadap dolar AS tetap akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di pedesaan. Namun, ia menilai, tidak tepat apabila pesan Prabowo dibandingkan dengan argumentasi teknis ekonomi karena tujuan utamanya adalah menjaga ketenangan publik.

“Pesan itu adalah pesan seorang pemimpin kepada rakyatnya dalam rangka menenangkan. Kemudian diadu dengan argumentasi teknis, ya enggak nyambung dong. Orang tujuannya menenangkan untuk menjaga stabilitas ketenangan psikologis masyarakat,” kata Misbakhun.

“Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar, di warung Indomie ngomongin dolar, terus di mana-mana ngomongin dolar,” lanjutnya.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di pedesaan.

Pernyataan itu Prabowo sampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung pihak-pihak yang ia sebut kerap menyatakan ekonomi Indonesia berada dalam kondisi berbahaya akibat pelemahan rupiah.

“Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan kaoss, akan apa, ya kan?,” kata Prabowo

Prabowo meminta masyarakat, tidak terlalu khawatir terhadap pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang kerap menjadi sorotan. Menurutnya, masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan, ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah ketidakpastian global.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button