Kota MataramLingkungan

Kecamatan Sandubaya Sebar 171 Titik “Tempah Dedoro” Pangkas Sampah Organik

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, menyebar 171 titik Tempah Dedoro untuk mengurangi penumpukan sampah organik. Program tersebut menjangkau lingkungan permukiman dan fasilitas umum pada tujuh kelurahan.

Camat Sandubaya, Henny Suyasih mengatakan, setiap kelurahan telah menyediakan fasilitas Tempah Dedoro sebagai sarana pengolahan sampah organik. Pemerintah Kecamatan Sandubaya menjalankan program tersebut sesuai arahan Wali Kota Mataram.

“Di Kecamatan Sandubaya, kami sudah membuat (fasilitas) di masing-masing kelurahan,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 8 Agustus 2026.

IKLAN

Henny menjelaskan, masyarakat dapat menyesuaikan bentuk Tempah Dedoro dengan kondisi lingkungan masing-masing. Selanjutnya, warga tidak harus menggunakan buis beton atau gumbleng ketika menghadapi keterbatasan lahan.

Masyarakat juga dapat menggunakan pipa biopori sederhana maupun ember komposter untuk mengolah sampah organik rumah tangga.

“Sejatinya Tempah Dedoro itu bisa menyesuaikan kondisi di lapangan, sesuai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Henny mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram turut mendukung penggunaan berbagai model wadah Tempah Dedoro. Fleksibilitas tersebut membantu masyarakat mengolah sampah dedaunan dan limbah dapur.

Jangkau 45 Lingkungan

Program Tempah Dedoro kini menjangkau 45 lingkungan permukiman warga pada tujuh kelurahan. Pemerintah kecamatan juga mendorong pengelola fasilitas umum menyediakan sarana pengolahan sampah organik secara mandiri.

Sasaran program mencakup pasar, tempat penampungan sementara (TPS), sekolah, hingga kantor instansi. “Sasarannya tidak hanya perumahan, melainkan seluruh sumber sampah,” sambungnya.

Pemerintah Kecamatan Sandubaya menjalankan program tersebut melalui kolaborasi dengan DLH Kota Mataram, swadaya masyarakat, serta alokasi dana kelurahan. Pemerintah mengalokasikan dana kelurahan sebesar Rp5 juta untuk setiap lingkungan.

Henny berharap masyarakat memanfaatkan Tempah Dedoro secara maksimal. Pengolahan sampah organik secara konsisten dapat menghasilkan pupuk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Masyarakat dapat memanfaatkan pupuk tersebut untuk menyuburkan tanaman serta menjaga lingkungan sekitar. “Kami berharap program Tempah Dedoro menghasilkan pupuk yang bermanfaat, seperti pupuk organik,” katanya.

Program Tempah Dedoro juga membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pemerintah Kecamatan Sandubaya mengandalkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber.

Kebiasaan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. (Japriani)

Artikel Terkait