Kota MataramPendidikan

Dua Mahasiswa Unram Sabet Juara Umum Kompetisi CIGR 2026 di Italia

Mataram (NTBSatu) – Dua mahasiswa Universitas Mataram (Unram) berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka menyabet Gold Medal pada sesi teknis Land & Water Management sekaligus meraih Platinum Award (Juara Umum) dalam ajang CIGR Engineering Student International Competition 2026 di Turin, Italia, yang berakhir pada 27 Juli 2026.

Mereka adalah Ardhika Rizky Ramadhan dari Fakultas Teknik, dan Fathurahman Yazid Tabrani dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) Unram.

Keduanya sukses mengungguli deretan inovator muda global lewat rancangan alat irigasi otomatis berbasis kecerdasan buatan yang ramah bagi kawasan minim sinyal.

IKLAN

“Pengumuman pemenang langsung rilis di situs resmi CIGR. Kami bersyukur bisa membawa pulang trofi Juara Umum ini ke Lombok,” ujar Ardhika Rizky kepada NTBSatu pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Keberhasilan keduanya sukses mengantarkan mereka menghadiri seluruh rangkaian kongres internasional di Turin Italia, yang puncaknya berlangsung pada 27 Juni.

Inovasi Irigasi Berbasis Jaringan LoRa

Menurut Ardhika, inovasi ini lahir dari pengamatan langsung terhadap masalah pengairan pertanian saat mereka menjalankan program pengabdian masyarakat di Dusun Bentenu, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

IKLAN

Melihat kendala tersebut, tim merancang sebuah sistem irigasi pintar yang tidak bergantung pada kestabilan jaringan internet seluler umum.

“Kami membuat alat irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor suhu dan kelembaban yang dilengkapi komunikasi LoRa (Long Range). Hal ini bertujuan agar sistem tidak bergantung pada kuota internet,” jelasnya.

Meski sinyal seluler di Banyu Urip cukup bagus, Ardhika mengatakan koneksi internet masih kerap tiba-tiba terputus dalam beberapa waktu. Keadaan tersebut sangat mengganggu proses pemantauan tanaman secara real time.

Penggunaan teknologi komunikasi LoRa merupakan solusi paling realistis karena memiliki jangkauan transmisi data hingga 5 sampai 10 kilometer. Sehingga sistem ini sangat cocok untuk memonitor lahan pertanian secara penuh tanpa jeda guna menghindari risiko gagal panen.

Inovasi tersebut awalnya terdaftar secara mendadak pada September 2025 menjelang sehari sebelum penutupan pendaftaran abstrak. Setelah lolos penjurian ketat dan mendapat pengumuman resmi pada akhir Maret 2026, penyelenggara mengundang mereka ke Italia dengan pembiayaan penuh.

Tantangan Gelombang Panas di Eropa

Selama mengikuti rangkaian agenda di Turin sejak akhir Juni, kedua mahasiswa ini harus berhadapan dengan cuaca ekstrem berupa gelombang panas. Suhu lingkungan yang mencapai 37 hingga 41 derajat Celsius sangat menguji mereka di sela-sela padatnya kegiatan kongres internasional tersebut.

“Kondisinya seru sekali, tetapi kami cukup sibuk dengan waktu terbatas di Eropa dan harus terkena efek heatwave. Saya pribadi bahkan sampai mengalami mimisan setiap jam 10 malam,” ujar Ardhika.

Di sisi lain, Ardhika mengungkapkan pihak CIGR menanggung penuh tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi hotel hingga transportasi lokal. Selain itu, mereka juga menerima uang harian selama di Italia.

Sementara itu, Unram memberikan dukungan finansial tambahan untuk pengurusan visa perjalanan dan biaya transportasi ke Jakarta. Selain itu, mereka mendapat tambahan uang saku sebagai bentuk apresiasi dari Unram atas prestasi dunia ini. (*)

Artikel Terkait