OpiniWARGA

Siap Peras Darah untuk HMI: Refleksi Milad HMI Ke-79 untuk Indonesia

Menjadi Kompas Moral: Ikhtiar HMI Mengawal Asta Cita

Sebagai organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memikul tanggung jawab historis yang besar dalam setiap transisi kepemimpinan nasional. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tantangan besar muncul dalam bentuk Asta Cita—delapan misi utama yang bertujuan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi, kedaulatan politik, dan keadilan sosial. Ikhtiar HMI dalam konteks ini bukan sekadar menjadi pendukung pasif, melainkan bertindak sebagai mitra kritis sekaligus motor penggerak intelektual. Dengan napas keislaman dan keindonesiaan, HMI memiliki modal sosial yang kuat untuk memastikan bahwa visi besar tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar mendarat dalam kehidupan rakyat kecil.

Salah satu pilar Asta Cita yang paling krusial adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Di sinilah HMI mengambil peran melalui penguatan kaderisasi yang berbasis pada nilai-nilai moderasi dan kebangsaan. Ikhtiar ini diwujudkan dengan mentransformasikan ruang-ruang diskusi di komisariat menjadi laboratorium pemikiran yang relevan dengan kebutuhan zaman. HMI berkomitmen untuk menjaga agar narasi pembangunan yang diusung pemerintah tetap berada pada koridor konstitusi, mencegah potensi polarisasi, dan memastikan bahwa demokrasi Indonesia tetap sehat dengan partisipasi aktif kaum muda yang terdidik.

Selanjutnya, keberpihakan pada kemandirian nasional melalui swasembada pangan, energi, dan air merupakan titik temu antara visi pemerintah dan idealisme HMI. Mengingat sebagian besar kader HMI tersebar di berbagai pelosok daerah, organisasi ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi “penyambung lidah” sekaligus pelaksana di akar rumput. Ikhtiar nyata dapat dilihat dari dorongan HMI terhadap inovasi teknologi di kalangan mahasiswa pertanian dan teknik untuk mendukung hilirisasi industri. Dengan menggerakkan potensi intelektual kadernya, HMI berupaya memastikan bahwa kedaulatan sumber daya alam yang dijanjikan dalam Asta Cita dapat dinikmati oleh masyarakat secara merata, bukan hanya segelintir elite.

Namun, ikhtiar HMI tidak akan lengkap tanpa fungsi kontrol sosial terhadap penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi. Pemberantasan korupsi yang menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo menuntut keberanian dari organisasi mahasiswa untuk bersikap tegas. HMI memposisikan diri sebagai garda depan yang memantau jalannya pemerintahan agar tetap bersih dan transparan. Melalui kritik yang solutif dan aksi-aksi intelektual yang terukur, HMI berupaya menjaga agar janji-janji Asta Cita tidak tergerus oleh praktik oligarki yang merusak tatanan bernegara, demi terwujudnya pemerintahan yang efektif dan dipercaya rakyat.

Sebagai penutup, ikhtiar HMI dalam menjalankan Asta Cita adalah bentuk pengabdian nyata kepada umat dan bangsa. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan seperti HMI adalah kunci utama dalam menjemput Indonesia Emas 2045. HMI akan terus bergerak dengan semangat independensi yang konstruktif; mendukung program yang berpihak pada rakyat dan mengoreksi kebijakan yang melenceng. Dengan menyatukan energi intelektual dan semangat perjuangan, HMI siap menjadi pilar penopang bagi tercapainya cita-cita luhur Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani di mata dunia. (*)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button