Kota Mataram

Temuan Puding Basi hingga Kurma Berulat, Disdik Mataram Minta SPPG Bermasalah Segera Ditutup

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, secara tegas menyoroti kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini setelah ditemukannya sejumlah makanan tidak layak konsumsi di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menegaskan, SPPG harus bertanggung jawab penuh atas kualitas makanan yang didistribusikan ke siswa. Ia bahkan meminta, agar SPPG yang terbukti berulang kali melakukan kesalahan fatal segera ditutup.

“Ini tanggung jawab SPPG sepenuhnya. Kalau memang sudah berulang kali melakukan kesalahan fatal seperti itu, ya ditutup saja. Jangan sampai siswa yang dirugikan,” tegas Yusuf, Kamis, 26 Februari 2026.

Temuan makanan bermasalah tersebut antara lain puding basi di SDN 2 Cakranegara, kurma rusak dan berulat di SMPN 2 Mataram. Serta, apel busuk di SDN 34 Ampenan saat pelaksanaan MBG selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurut Yusuf, pihaknya hanya bertugas menyiapkan data jumlah siswa dan sekolah sasaran. Sementara itu, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab SPPG.

“SPPG yang memasak, SPPG yang mengemas, SPPG yang mendistribusikan langsung ke sekolah. Jadi kalau ada makanan tidak layak, itu jelas kelalaian penyedia,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Mataram sebagai penerima manfaat program berhak mengusulkan evaluasi, bahkan penghentian kerja sama jika SPPG tidak mampu menjaga standar kualitas dan keamanan pangan.

“Kami tidak ingin program yang tujuannya baik justru mencederai kesehatan siswa. Kalau SPPG tidak bisa menjamin mutu, lebih baik dievaluasi total, bahkan ditutup,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh kepala sekolah agar aktif melaporkan setiap temuan makanan yang tidak sesuai standar. Laporan tersebut akan menjadi dasar untuk merekomendasikan tindakan tegas terhadap SPPG bermasalah.

“Jangan ragu melapor. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button