Kota MataramPolitik

Hapus Stigma Sekolah Favorit, DPRD Mataram Dukung Penataan Ulang Nomenklatur SD

Mataram (NTBSatu) – Komisi IV DPRD Kota Mataram menyatakan dukungan penuh, terhadap rencana penataan ulang nomenklatur (penamaan) Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Mataram.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Zaitun mengatakan, hal tersebut merupakan strategi krusial untuk menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini memicu ketimpangan jumlah siswa.

IKLAN

la mengatakan, label sekolah favorit sering kali hanyalah masalah persepsi atau mindset masyarakat. Padahal, Pemerintah Kota secara rutin melakukan pemerataan kualitas dengan merotasi tenaga pendidik dan kepala sekolah.

“Sebenarnya itu kan mindset orang tua saja label itu. Dari guru juga tetap di-rolling, kepala sekolahnya tetap di-rolling. Jadi semoga dengan rencana ini dan terlaksananya nanti, bisa mengubah mindset itu sedikit,” ujar Hj. Zaitun kepada NTBSatu, Kamis, 9 April 2026.

Dengan adanya penomoran ulang yang lebih sistematis dan berbasis histori wilayah, ia berharap orang tua tidak lagi terpaku pada nama besar sekolah tertentu, sehingga distribusi siswa menjadi lebih merata.

Selain masalah stigma, penataan nomenklatur ini bertujuan membereskan carut-marut administrasi di mana banyak nama sekolah tidak sesuai dengan lokasi geografisnya. Hj. Zaitun mencontohkan, adanya sekolah yang menyandang nama wilayah lain yang sering kali membingungkan masyarakat saat proses pendaftaran siswa baru.

“Wilayahnya Sekarbela, tetapi SD Ampenan namanya kan. Jadi untuk kita di dewan, kadang-kadang untuk menghafal nama sekolah itu juga kesulitan,” ungkapnya.

Kondisi ini bahkan sempat mengakibatkan sebuah sekolah tidak mendapatkan siswa sama sekali, karena calon wali murid kesulitan melacak keberadaan sekolah tersebut.

Meskipun janji perubahan ini seharusnya direalisasikan pada tahun sebelumnya, kendala administrasi terkait batas wilayah dan proses penggabungan merger sekolah membuat rencana ini tertunda. DPRD Mataram berharap, agar tahun ini menjadi titik terang bagi perbaikan identitas sekolah di Kota Mataram.

“Kita berharap kan semoga semuanya bisa segera terealisasi dengan baik, tidak lagi molor. Dari dewan kita akan kawal betul,” tambahnya.

Empat SD di Mataram Resmi Merger dan Berganti Nama

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menargetkan, seluruh administrasi perubahan nama sekolah akan rampung sebelum tahun ajaran baru mulai. Hal ini berkaitan erat dengan sinkronisasi data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di tingkat pusat.

“SK Peraturan Wali Kota-nya berlaku 22 Juni. Tahun ajaran baru sudah menggunakan nama sekolah baru dan itu akan dilaporkan ke pusat karena ada kaitannya dengan data Dapodik-nya nanti,” ujar Yusuf, Selasa, 7 April 2026.

Adapun sekolah yang resmi digabung antara lain: SDN 19 Mataram digabung ke SDN 15 Mataram, SDN 41 Cakranegara digabung ke SDN 10 Cakranegara, SDN 11 Ampenan digabung ke SDN 14 Ampenan, SDN 36 Ampenan akan digabung ke SDN 2 Ampenan.

Selain penggabungan fisik, seluruh nama sekolah dasar di Mataram akan seragam menjadi “SD Negeri (Nomor) Mataram”. Yusuf menjelaskan, kebijakan ini untuk menyeragamkan identitas sekolah di tingkat kota.

“Besok nama sekolahnya nama Kota semua. SDN 1 Mataram, SDN 2 Mataram, sampai SDN 142 Mataram. Kenapa kita ubah? Karena sekarang kan ada nama tiga kecamatan (Cakra, Mataram, Ampenan), sedangkan Sandubaya dan Sekarbela tidak ada. Maka kita jadikan Mataram semua,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button