Tahun Ajaran Baru, Empat SD di Mataram Resmi Merger dan Berganti Nama
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan segera merampungkan proses penggabungan (merger) sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya.
Langkah ini sebagai bentuk efisiensi tenaga kependidikan dan optimalisasi aset sekolah di Kota Mataram.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menargetkan, seluruh administrasi perubahan nama sekolah akan rampung sebelum tahun ajaran baru mulai.
Hal ini berkaitan erat dengan sinkronisasi data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di tingkat pusat.
“SK Peraturan Wali Kota-nya berlaku 22 Juni. Tahun ajaran baru sudah menggunakan nama sekolah baru dan itu akan kita laporkan ke pusat karena ada kaitannya dengan data Dapodik-nya nanti,” ujar Yusuf, Selasa, 7 April 2026.
Adapun sekolah yang resmi digabung antara lain: SDN 19 Mataram digabung ke SDN 15 Mataram, SDN 41 Cakranegara digabung ke SDN 10 Cakranegara, SDN 11 Ampenan digabung ke SDN 14 Ampenan, SDN 36 Ampenan akan digabung ke SDN 2 Ampenan.
Selain penggabungan fisik, seluruh nama sekolah dasar di Mataram akan seragam menjadi “SD Negeri (Nomor) Mataram”. Yusuf menjelaskan, kebijakan ini untuk menyeragamkan identitas sekolah di tingkat kota.
“Besok nama sekolahnya nama Kota semua. SDN 1 Mataram, SDN 2 Mataram, sampai SDN 142 Mataram. Kenapa kita ubah? Karena sekarang kan ada nama tiga kecamatan (Cakra, Mataram, Ampenan), sedangkan Sandubaya dan Sekarbela tidak ada. Maka kita jadikan Mataram semua,” jelasnya.
Lakukan Penataan Ulang Tenaga Pengajar
Mengenai nasib tenaga pengajar, Yusuf menjamin guru-guru dari sekolah yang kena penggabungan, terutama tenaga honorer, akan tetap aman. Pemerintah akan melakukan penataan ulang dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal guru tersebut.
“Guru-guru yang ada di situ kita efisiensi juga, kita atur ulang penataannya. Mereka harus siap kita tempatkan di mana saja. Tetapi, kita akan berupaya menempatkan sesuai dengan lokasi rumah asalnya,” tegas Yusuf.
Terkait biaya operasional perubahan nama seperti penggantian papan nama sekolah, Yusuf menyebutkan anggaran akan disesuaikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia memperkirakan biayanya tidak akan membengkak drastis.
“Nanti kita sesuaikan di dana BOS-nya mungkin ya, tapi tidak sampai Rp10 juta. Akan kita kontrol kalau ada yang melebihi harga perkiraan,” tutupnya. (*)



