Waspada Jeratan Pinjol dan “Bank Rontok”, Kaling Monjok Perluasan Harapkan Kehadiran Koperasi Merah Putih
Mataram (NTBSatu) – Fenomena pinjaman daring (pinjol) dan praktik “bank rontok” kian meresahkan masyarakat urban, tidak terkecuali di wilayah perkotaan Mataram.
Menanggapi kondisi ekonomi warga yang terhimpit bunga tinggi, Kepala Lingkungan (Kaling) Monjok Perluasan, HM. Sanusi Rifaini menaruh harapan besar pada kehadiran program Koperasi Merah Putih sebagai solusi penyelamat ekonomi masyarakat.
Ia mengungkapkan keprihatinannya, terhadap warga yang masih bergantung pada pinjaman ilegal atau “bank rontok”. Sanusi menilai, praktik ini sangat memberatkan karena potongan awal yang besar dan bunga yang tidak masuk akal.
“Masih ada (bank rontok). Jadi di sekitar rumah saya ini ada masih yang nunggu siang, nagih ini itu. Kasihan mereka itu karena 10 persen dan harus dipotong di depan itu,” ungkapnya.
Lingkungan Monjok Perluasan saat ini memiliki karakteristik masyarakat urban yang padat. Tercatat, wilayah ini dihuni oleh 347 Kepala Keluarga (KK) dengan total populasi mencapai 1.280 jiwa.
Dengan jumlah penduduk yang besar tersebut, tantangan ekonomi menjadi isu krusial yang perangkat lingkungan hadapi sehari-hari.
Sebagai langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan dan ketergantungan pada pinjaman yang menjerat, Sanusi berharap, Koperasi Merah Putih dapat segera hadir dan beroperasi di lingkungannya. Ia meyakini, lembaga keuangan dengan pengelolaan yang baik dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan.
“Kalau ada Koperasi Merah Putih, mudah-mudahan sangat berharap saya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, menyelamatkan masyarakat dari pinjaman-pinjaman yang terlalu mencekik. Saya sangat mengharap itu segera ada,” tambahnya.
Harapannya, kehadiran koperasi ini tidak hanya menjadi penyedia modal, tetapi juga menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi ribuan jiwa warga Monjok Perluasan agar terlepas dari bayang-bayang utang yang merugikan. (*)



