47 Siswa SMAN 1 Mataram Dinyatakan Lulus SNBP 2026
Mataram (NTBSatu) – SMAN 1 Mataram kembali mencatat capaian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, dengan 47 siswa lulus ke perguruan tinggi.
Wakil Kepala SMAN 1 Mataram Bidang Kurikulum, Muhammad Patrawi mengungkapkan, jumlah tersebut berasal dari 200 siswa yang memenuhi syarat, meski hingga kini baru 47 yang melaporkan keterimaannya.
“Untuk penerimaan SNBP tahun ini dari 200 siswa, yang baru melapor sebanyak 47 orang siswa,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar siswa lulus di Universitas Mataram (Unram). Selain itu, ada pula di sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya.
“Yang paling banyak itu di Unram sekitar 20 orang, kemudian di UI (Universitas Indonesia) 10 orang, dan UGM (Universitas Gadjah Mada) 4 orang,” sebutnya.
Dalam upaya meningkatkan peluang tersebut, sekolah tidak hanya mengandalkan nilai akademik. Tetapi juga, melakukan sosialisasi dan pendampingan intensif melalui konseling serta pemetaan siswa sejak awal.
“Kita lakukan pemetaan supaya siswa tidak bersaing dengan teman satu kelasnya sendiri,” jelasnya.
Proses pemetaan ini kemudian sekolah kaitkan dengan nilai rapor yang menjadi komponen utama dalam SNBP, dengan porsi sekitar 45 persen siswa yang memenuhi syarat. Dari sana, sekolah melakukan pendampingan lanjutan dengan melibatkan guru BK dan membandingkan capaian siswa dengan data alumni yang telah keterima di perguruan tinggi.
“Dari situ kita konselingkan ke BK, dipetakan, lalu disandingkan dengan data alumni yang sudah diterima sebelumnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, prestasi non-akademik juga diperhitungkan sebagai faktor pembeda, terutama ketika nilai antar siswa berada pada posisi yang setara. “Kalau nilainya sama, prestasi non-akademik bisa jadi pembeda,” tambahnya.
Tekankan Konsistensi Siswa Setelah Lulus
Meski demikian, ia menyebut, faktor alumni tetap menjadi pertimbangan tambahan dalam melihat peluang siswa, meskipun bukan penentu utama. “Kita lihat juga sebaran alumni di perguruan tinggi. Tetapi itu hanya faktor pendukung,” katanya.
Di sisi lain, tantangan tidak berhenti pada proses seleksi. Sekolah juga menekankan pentingnya konsistensi siswa setelah diterima.
Agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu, sekaligus menjaga nama baik almamater. “Kita selalu ingatkan untuk kuliah tepat waktu, empat tahun selesai, dan tidak mengundurkan diri,” ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut penting karena akan berdampak langsung pada peluang adik kelas di masa mendatang. “Apa yang kamu lakukan sekarang berpengaruh ke adik kelasmu. Jadi harus jaga nama baik sekolah,” tegasnya. (Caca)



