Pemerintahan

17 Jembatan di NTB Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, Hujan dan Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Pemicu

Mataram (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, mengonfirmasi sedikitnya 17 jembatan rusak akibat cuaca ekstrem. Hal ini berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) sejak Januari hingga Februari 2026.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Sadimin membenarkan data tersebut. “Iya, jembatan provinsi dan kabupaten. Itu pun belum masuk semua (jumlahnya),” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.

Sadimin, menyebut tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu utama kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. “Ya ini memang curah hujannya yang 10 tahunan. Dulu kan 2016 sekarang Ini 2026 kayaknya ini hujan 10 tahunan. Memang curah hujan kita yang tinggi,” jelasnya.

Namun, ia mengakui faktor alam bukan satu-satunya penyebab. Persoalan drainase dan alih fungsi lahan turut memperparah dampak hujan ekstrem tersebut.

“Dipicu juga oleh alih fungsi lahan. Drainase yang kurang bagus juga mempercepat kerusakan, akhirnya jadi bencana,” katanya

Kerusakan infrastruktur tidak hanya terjadi di satu wilayah. Di Pulau Sumbawa, sejumlah titik terdampak berada di Lunyuk, Moyo Hilir, Labangka hingga Bima.

Sementara itu di Lombok, jalur Selatan dan beberapa akses penghubung antarwilayah juga mengalami longsor dan jalan amblas. Beberapa titik masih bisa dilalui secara terbatas setelah dilakukan pengerukan darurat.

Namun di lokasi tertentu, badan jalan tidak dapat difungsikan sama sekali karena struktur tanah labil dan diapit tebing tinggi. BPBD Provinsi NTB masih melakukan pembaruan data secara berkala setiap dasarian (10 hari), menyesuaikan perkembangan cuaca dan laporan lapangan.

Terkait kebutuhan anggaran penanganan dampak bencana, Sadimin menyebut, pihaknya masih menghitung nilainya dan akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan. “Kalau anggaran menyesuaikan kebutuhan. Kita akan cari dari berbagai sumber, termasuk pusat untuk logistik dan CSR,” ujarnya. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button