Jakarta (NTBSatu) – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusa Tenggara (Badko HMI Bali Nusra) menyayangkan sejumlah pihak yang mengatasnamakan diri “Koalisi Tokoh Sasak Besopoq” melayangkan somasi terhadap media NTBSatu.com gegara berita berjudul “LIPSUS – DAK Dikbud Digocek di Lapangan Becek”.
Ketum Badko HMI Bali Nusra, Caca Handika mengatakan, liputan investigasi yang NTBSatu lakukan sudah berimbang dan memenuhi standar etika jurnalistik. Sehingga, menurutnya, tak ada pelanggaran dalam pemberitaan tersebut.
“Malah kami sangat mengapresiasi adanya pemberitaan mendalam seperti ini. Publik jadi bisa ikut mengawasi jalannya kinerja pemerintah,” tutur Caca kepada NTBSatu, Jumat, 21 Februari 2025.
Selain itu, ia juga menyatakan dukungannya terhadap media NTBSatu untuk terus menjadi penyambung lidah rakyat. Caca menekankan pentingnya semua pihak agar tidak alergi dengan kemerdekaan pers.
“Kita ada pada era demokrasi. Jadi, keterbukaan informasi adalah sebuah keniscayaan. Untuk semua insan pers teruslah menyuarakan kebenaran untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Caca mengajak semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik yang telah mematuhi kode etik profesinya. Tanpa peran pers, sambungnya, masyarakat tidak bisa memperoleh informasi yang baik dan benar.
“Bayangkan saja, ada media berita yang kritis seperti ini, lalu mau dibungkam. Kan ini merusak cita-cita reformasi. Sekarang bukan zaman orde baru (baru) yang memborgol kebebasan pers,” pungkas Caca.
Ia pun menegaskan, kebebasan pers mendapat perlindungan konstitusi melalui Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Jadi, baginya, jika ada pihak yang keberatan dengan karya jurnalistik, harusnya ditentang dengan cara yang elegan.
“Kalau ada yang panik ketakutan, berarti tandanya berita Lipsus itu membahayakan posisi orang-orang tertentu. Bongkar terus media NTBSatu,” tandas Ketum Badko. (*)