94,44 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Terbakar Sepanjang Januari-Februari 2026
Mataram (NTBSatu) – Berdasarkan data yang bersumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Kementerian Kehutanan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di NTB tercatat empat kejadian sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026.
Dari data tersebut, kebakaran tercatat hanya terjadi di dua wilayah, yakni Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu. Dengan total luas lahan yang terbakar 94,44 hektare.
“Rinciannya, luas lahan terbakar di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai 36,18 hektare. Sementara Kabupaten Dompu mencatat 61,26 hektare,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin, Kamis, 12 Maret 2026.
Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Bima, dan Kota Bima tercatat tidak mengalami kebakaran hutan dan lahan pada periode tersebut.
Dalam pemetaan tingkat kebakaran lahan, sebagian besar wilayah NTB berada pada kategori rendah. “Sementara Sumbawa Barat dan Dompu masuk wilayah yang mengalami kejadian kebakaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perhitungan luas karhutla melalui analisis citra satelit yang di-overlay dengan data hotspot, laporan ground check hotspot dari Kementerian Kehutanan. Serta, laporan pemadaman Manggala Agni dan Dinas Pemadam Kebakaran kabupaten/kota.
“Berdasarkan analisis tersebut, kebakaran yang terjadi pada awal 2026 ini diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan yang menyebabkan sebagian area hutan dan lahan terbakar,” ungkapnya.
Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembukaan lahan. Guna mencegah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di NTB.
NTB juga Dihantam Bencana Alam
Selama Januari 2026, bencana hidrometeorologi secara bertubi-tubi menghantam sejumlah wilayah di NTB. Catatan BPBD Provinsi NTB, sebanyak sembilan kabupaten/kota, kecuali Kota Bima, dihantam bencana banjir, tanah longsor, hingga angin kencang selama rentang waktu tersebut.
Sadimin menyampaikan, bencana alam tersebut menyebabkan 42.423 jiwa terdampak dan 410 rumah warga alami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. “Dari serangkaian bencana yang terjadi, 11.993 rumah warga terendam banjir dan 410 rumah rusak,” kata Sadimin, Selasa, 27 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut sedikitnya 23 rumah warga di NTB rusak berat, 35 rusak sedang, dan 335 rusak ringan. Dampak ekonomi juga warga NTB rasakan. Sekitar 1.300 hektar lahan pertanian dan 16 toko terendam banjir.
“Ada dampak ke pelayanan dasar seperti 3 pertokoan terendam, 22 fasilitas pendidikan terendam. 14 jaringan listrik terdampak, 7 jembatan rusak,130 meter persegi jalan terdampak,” ujarnya. (*)



