Pemerintahan

Kemarau Panjang 2026 Mengintai, NTB Mitigasi Air dan Pangan

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di NTB 2026 datang lebih cepat, yaitu April. Pada awal musim ini, kemarau sifatnya di bawah normal atau lebih kering. Hal ini akibat transisi El Nino, sehingga berpotensi memicu kekeringan panjang.

Prediksi puncak kemarau perkiraannya terjadi Agustus dengan intensitas El Nino lemah hingga moderat namun ancaman kekeringan tinggi. Menghadapi ancaman kemarau panjang, NTB sudah melakukan mitigasi terhadap ketersediaan air dan pangan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, menghadapi ancaman kemarau seperti kekeringan yang berakibat pada kekurangan air bersih, pihaknya sudah melakukan mitigasi dari beberapa bulan lalu. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), NTB sudah menyiapkan sumur bor hingga kendaraan pengangkut air.

“BPBD sudah siap dari beberapa bulan lalu, kita sudah siapkan mulai dari sumur bor kendaraan tangki yang kita siapkan,” kata Gubernur Iqbal, Rabu, 15 April 2026.

Sementara mengantisipasi penurunan produksi pangan akibat kekeringan, NTB sudah melakukan Optimalisasi Lahan (Oplah). Tujuannya, meningkatkan produktivitas lahan yang ada agar lebih optimal. Dari sebelumnya hanya satu kali panen, kini bisa dua kali.

Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, pada tahun 2025 lalu, NTB mendapatkan program Oplah dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 14 ribu hektare untuk mendukung ketahanan pangan.

“Sudah ada Oplah yang banyak dialokasikan di daerah-daerah tadah hujan,” kata Iqbal.

Rehabilitasi Saluran Irigasi

Selain itu juga, pemerintah provinsi sudah melakukan rehabilitasi terhadap saluran irigasi yang selama ini belum optimal kinerjanya. Sehingga, ketika dihadapkan dengan musim kemarau, ia optimis NTB tidak kekurangan pasokan air dan pangan.

“InsyaAllah sudah kita mitigasi supaya tidak kekurangan suplai airnya,” kata Iqbal.

Iqbal juga mengatakan, penyuluh pertanian bersama dengan pekasih atau petugas pengatur air sudah diberikan arahan untuk menyiapkan mitigasi menghadapi kemarau panjang ini.

Namun ia berharap, prediksi ini tidak benar-benar terjadi. Menurutnya, prediksi serupa juga pernah terjadi pada tahun sebelumnya, namun kondisinya masih tergolong normal.

“Mudah-mudahan dugaan akan ada kemarau panjang tidak terjadi, dugaan yang sama juga tahun lalu,” ujarnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button