Dulu Dipenuhi Rumput Tinggi, Kini Taman Wisata Labuhan Haji Mulai Berbenah
Lombok Timur (NTBSatu) – Hamparan kawasan seluas 7,6 hektare di Taman Wisata Labuhan Haji kini terlihat lebih tertata. Rumput yang dulu tumbuh tinggi di sejumlah sudut perlahan hilang, sementara lahan kosong mulai disiapkan untuk menambah ruang bagi pengunjung.
Perubahan itu menjadi bagian dari upaya pengelola membenahi kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat lokal, terutama saat akhir pekan, setelah Lebaran, dan pergantian tahun.
Ketua Pengelola Taman Wisata Labuhan Haji, Haerudin mengatakan, pengelola rutin membersihkan kawasan agar pengunjung merasa lebih nyaman.
“Kalau dulu rumputnya tinggi dari ujung ke ujung. Kita berusaha potong, kita semprot. Sekarang bagian luar juga sudah rapi,” ujarnya, Kamis, 24 September 2026.
Namun, bagi Haerudin, membenahi kawasan wisata tidak hanya soal merapikan lingkungan. Di balik aktivitas wisatawan, ada puluhan pedagang yang menggantungkan penghasilan dari warung-warung kecil di kawasan tersebut.
Sebanyak 36 warung kini masuk dalam kelompok UMKM yang dibentuk pengelola. Haerudin juga mengusulkan bantuan modal agar para pedagang memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya.
“Saya sudah masukkan 36 warung ke kelompok UMKM. Saya juga sudah mintakan bantuan Rp1 juta untuk masing-masing. Banyak yang modalnya masih kurang,” ujarnya.
Pada hari biasa, kawasan tersebut relatif sepi. Namun, saat akhir pekan, ratusan pengunjung datang menikmati pantai dan ruang terbuka yang tersedia.
Pendapatan pengelola pada akhir pekan dapat mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Mayoritas pengunjung berasal dari masyarakat lokal.
Rencanakan Penataan Ulang
Haerudin menyebut, pengelola kini juga menyiapkan lahan di bagian belakang kawasan. Lahan tersebut rencananya diratakan sebelum Desember untuk menambah area parkir dan tempat berkemah.
“Rencananya sebelum Desember kita ratakan supaya ada tempat parkir dan tempat camping,” katanya.
Rencana itu muncul karena kendaraan kerap memenuhi kawasan saat kunjungan meningkat. Haerudin mengatakan, kondisi tersebut bahkan dapat membuat arus kendaraan tersendat dari satu sisi kawasan hingga sisi lainnya.
Di tengah pembenahan itu, pengelola masih menghadapi persoalan sampah. Haerudin mengaku sudah meminta kontainer kepada DLHK, tetapi belum mendapat fasilitas tersebut.
“Yang masih kurang itu pengelolaan sampah. Kita pernah ke DLHK minta kontainer, tetapi belum ada,” ujarnya.
Pengelola juga berencana menata ulang posisi sejumlah lapak di sekitar bibir pantai. Haerudin ingin memberi ruang lebih luas bagi pengunjung tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi warga.
“Kalau nanti pemerintah menerima usulan kita, lapaknya akan kita mundurkan supaya ruang gerak pengunjung di pantai lebih besar,” katanya.
Bagi Haerudin, pembenahan Taman Wisata Labuhan Haji berjalan beriringan dengan upaya menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Puluhan warung yang berdiri di kawasan tersebut bukan sekadar pelengkap destinasi, tetapi menjadi bagian dari kehidupan wisata di Labuhan Haji.
Karena itu, pengelola mencoba menata kawasan tanpa mengesampingkan pedagang yang selama ini ikut menghidupkan destinasi tersebut. (*)




