Pasar Lendang Luar, Pasar Minggu di Kaki Rinjani
Lombok Timur (NTBSatu) – Pasar Lendang Luar di Desa Lendang Luar, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan. Pasar yang hanya buka setiap Minggu pagi ini menyuguhkan pemandangan Gunung Rinjani dari sela-sela aktivitas jual beli.
Saat memasuki kawasan pasar, pengunjung dapat langsung menikmati panorama Rinjani yang berdiri megah di belakang pasar. Ketika meninggalkan kawasan pasar, hamparan perbukitan yang mengelilingi Sembalun kembali memanjakan mata.
Ana Anjani, warga Sembalun, mengatakan, Pasar Lendang Luar sering mendapat perhatian karena pemandangannya. Lokasi pasar yang berada di kawasan pegunungan membuat suasana pagi terasa berbeda dibandingkan pasar lainnya di Lombok Timur.
“Kalau masuk ke pasar ini, kita bisa melihat langsung Gunung Rinjani. Saat keluar, pemandangannya berganti dengan bukit-bukit yang mengelilingi Sembalun,” ujarnya, Senin, 23 Agustus 2026.
Meski menawarkan panorama alam, aktivitas jual beli di Pasar Lendang Luar tetap seperti pasar tradisional pada umumnya. Pedagang menjajakan sayuran, kebutuhan rumah tangga, pakaian, hingga makanan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menariknya, sebagian sayuran yang dijual warga berasal dari kebun atau sawah milik mereka sendiri. Kondisi itu membuat hasil pertanian masyarakat sekitar ikut mengisi lapak-lapak pedagang di pasar tersebut.
Pedagang juga datang dari sejumlah wilayah di sekitar Sembalun. Beberapa di antaranya berasal dari Pringgabaya dan daerah lain yang masih berada di sekitar kawasan Sembalun.
Pasar Lendang Luar juga menjadi pilihan wisatawan untuk mencari sarapan. Letaknya yang dekat dengan sejumlah penginapan di jalur menuju Gunung Rinjani membuat pasar ini mudah dijangkau wisatawan yang menginap di kawasan tersebut.
Lokasi yang Strategis
Bagi calon pendaki Rinjani, pasar ini juga dapat menjadi tempat untuk membeli kebutuhan perjalanan. Lokasinya yang berdekatan dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) membuat sejumlah wisatawan mampir untuk membeli makanan dan persediaan sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, ada satu hal yang langsung terlihat ketika pengunjung berada di pasar ini. Hampir seluruh pembeli mengenakan pakaian hangat untuk menghadapi udara pagi Sembalun yang cukup dingin.
“Kalau di pasar lain biasanya orang memakai kaus atau pakaian biasa. Di Pasar Lendang Luar, hampir semua orang memakai baju hangat karena udara pagi di Sembalun cukup dingin,” ujarnya.
Suasana pasar juga terasa lebih tenang. Pasar Lendang Luar bukan pasar induk maupun pasar modern sehingga aktivitas perdagangan tidak terlalu padat. Pengunjung dapat berbelanja sambil menikmati udara segar dan panorama alam Sembalun.
“Suasananya enak karena tidak terlalu bising. Kita bisa belanja sambil menikmati pemandangan dan udara pagi Sembalun,” katanya.
Selain kebutuhan sehari-hari, pedagang juga menawarkan berbagai makanan khas dari kawasan sekitar.
Pengunjung dapat menjadikan pasar ini sebagai tempat untuk mencicipi kuliner lokal sekaligus merasakan aktivitas masyarakat Sembalun pada Minggu pagi.
Pasar Lendang Luar pada akhirnya bukan sekadar tempat transaksi antara pedagang dan pembeli.
Pasar mingguan ini juga menghadirkan sisi lain Sembalun melalui perpaduan aktivitas warga, hasil pertanian lokal, kuliner, udara sejuk, serta panorama Gunung Rinjani dan perbukitan yang mengelilinginya.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sembalun, Pasar Lendang Luar bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana lokal sebelum menjelajahi destinasi wisata lainnya. (*)




