Ekonomi BisnisLombok Timur

Pedagang Pasar Baru Masbagik Bertahan di Tengah Gempuran Belanja Online

Lombok Timur (NTBSatu) – Belanja online mulai mengubah pola belanja masyarakat. Dampaknya ikut dirasakan pedagang di Pasar Baru Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Keramaian pasar, terutama menjelang Idulfitri, tidak lagi seperti beberapa tahun lalu.

Lin, pedagang pakaian yang sudah berjualan hampir 20 tahun, mengatakan penjualan pada hari biasa masih relatif stabil. Namun, suasana pasar saat musim Lebaran berubah cukup drastis.

Menurutnya, sebelum belanja online berkembang, pembeli sudah memadati pasar sejak sebelum Ramadan. Kini, keramaian baru terlihat sekitar dua pekan menjelang Idulfitri.

IKLAN

“Dulu sebelum puasa sudah ramai. Sekarang biasanya dua minggu sebelum Lebaran baru mulai ramai,” ujarnya, kemarin.

Meski begitu, Lin menilai pasar tradisional masih memiliki keunggulan. Banyak pembeli tetap datang karena ingin melihat barang secara langsung. Mereka juga bisa memastikan kualitas bahan sebelum membeli.

“Kalau di pasar kan bisa lihat langsung dan pegang bahannya. Kalau online kadang barang yang datang tidak sesuai foto,” katanya.

IKLAN

Ia mengaku, belum tertarik menjual produknya secara online. Pengalamannya berbelanja di marketplace membuatnya lebih percaya pada transaksi langsung.

Selain mengandalkan pelayanan, Lin juga terus mengikuti perkembangan tren fesyen. Ia rutin mencari model pakaian terbaru agar tetap diminati pembeli.

“Kalau tidak mengikuti tren, kita bisa ketinggalan. Pembeli juga tidak akan melirik barang kita,” ujarnya.

Persaingan tidak hanya datang dari toko online. Jumlah toko grosir yang menjadi pemasok juga semakin banyak. Kondisi itu memberi lebih banyak pilihan bagi pedagang. Di sisi lain, pedagang harus lebih cermat membandingkan harga sebelum membeli stok.

Saat musim libur sekolah, menurut Lin, permintaan lebih banyak didominasi perlengkapan sekolah. Sementara pembelian pakaian baru biasanya dilakukan jika pembeli masih memiliki sisa uang setelah memenuhi kebutuhan utama anak.

Meski persaingan semakin ketat, Lin memilih tetap bertahan di Pasar Baru Masbagik. Ia optimistis pasar tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Selama pedagang mampu mengikuti tren dan menjaga kualitas barang, pembeli akan tetap datang. (*)

Artikel Terkait