KesehatanSumbawa Barat

Tembus 26 Ribu Kunjungan, Kasus Hipertensi dan Diabetes Mendominasi Layanan TRC Ambulans KSB

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merangkum 26.323 kunjungan medis lewat program TRC Ambulans Puskesmas. Petugas mencatat data ini sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026. Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus mendominasi.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof Sitompul, M.MRS., MQM., membenarkan tingginya pemanfaatan layanan tersebut. Ia menegaskan kesiapan timnya untuk siaga melayani warga lokal.

“Kami menyiagakan seluruh armada dan tenaga medis selama 24 jam melalui call center. Tim siap merespons kebutuhan medis mendesak maupun rujukan warga,” ujar dr. Carlof kepada NTBSatu, Jumat, 21 Agustus 2026.

IKLAN

Tiga Puskesmas Catat Panggilan Terbanyak

Petugas Dinkes KSB merekam tiga puskesmas dengan panggilan terbanyak. Puskesmas Poto Tano mencatat angka tertinggi yakni 4.572 kunjungan. Selanjutnya, Puskesmas Seteluk melayani 3.106 kunjungan. Sementara itu, Puskesmas Taliwang II menangani 2.748 kunjungan.

Mengenai tren bulanan, grafik kunjungan memuncak signifikan pada pertengahan tahun. Poto Tano misalnya, mencatat lonjakan tertinggi pada Juli dengan 1.034 kunjungan. Begitu pula Seteluk yang menembus 768 kunjungan pada bulan yang sama.

Dominasi Penyakit Tidak Menular

Meski mengusung nama Reaksi Cepat, kasus darurat tergolong kecil. Kasus non-emergency justru mendominasi hingga 86,80 persen. Selain itu, kunjungan terjadwal mencakup 13,82 persen. Porsi kasus darurat (emergency) hanya menyentuh 1,70 persen.

IKLAN

Warga penderita hipertensi mendominasi kelompok pasien terbanyak dengan porsi 32,68 persen, kemudian warga penderita diabetes melitus menyusul sebesar 13,46 persen. Sementara pasien dengan keluhan sakit kepala (cephalgia) mencapai 11,21 persen.

Alokasi Anggaran Rujukan dan Pemulangan Jenazah

Di luar posko puskesmas, APBD KSB mengucurkan anggaran Rp1,57 miliar lebih. Dana ini menyokong biaya pendampingan bagi 1.049 pasien rujukan luar daerah. Selain itu, petugas juga menyediakan penanganan khusus rujukan gratis ke luar daerah untuk satu pasien.

Pemda KSB juga menanggung pemulangan 88 jenazah warga dari rumah sakit luar daerah kembali ke rumah duka. Seluruh proses pengangkutan ini memanfaatkan moda transportasi darat serta penyeberangan tanpa memungut biaya dari keluarga almarhum.

“Pemerintah mengalokasikan bantuan ini untuk meringankan beban finansial warga. Khususnya bagi pasien yang harus berobat ke luar wilayah KSB,” pungkas dr. Carlof. (*)

Artikel Terkait