Pendaki Rekor Dunia Nirmal Purja Gugur saat Tragedi Longsor Salju Broad Peak
Mataram (NTBSatu) – Tim penyelamat berhasil menemukan jasad pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal Purja alias Nimsdai. Mereka menemukannya bersama jasad sembilan pendaki lainnya di ketinggian 5.700 meter Gunung Broad Peak, kawasan Pegunungan Karakoram, Pakistan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Penemuan tersebut mengonfirmasi tewasnya seluruh anggota tim ekspedisi internasional akibat terjangan longsoran salju mendadak yang melanda jalur pendakian mereka beberapa hari sebelumnya. Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, juga membenarkan kabar tersebut.
”Kematian tragis enam warga Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram, Pakistan, telah mengejutkan kami,” ujarnya, mengutip The Alpine Club of Pakistan pada Senin, 3 Agustus 2026.
Shah menegaskan, dunia pendakian kehilangan sosok-sosok pemberani yang memberikan kontribusi besar bagi sejarah alpinisme global.
“Sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan selalu menjadi sumber inspirasi,” lanjutnya.
Evakuasi di Ketinggian 5.700 Meter
Berdasarkan informasi dari The Alpine Club of Pakistan, mereka mengonfirmasi keberhasilan operasi evakuasi ini setelah tim penyelamat sipil dan militer Pakistan menembus cuaca ekstrem serta medan yang sangat sulit di Broad Peak.
Penyelamat menemukan jasad Nirmal Purja di titik 5.700 meter setelah menyisir area terdampak longsoran salju. Selain Nimsdai, organisasi tersebut juga mencatat longsoran salju menewaskan total 10 anggota ekspedisi.
Selain enam pendaki asal Nepal termasuk Purja, korban meninggal lainnya mencakup pendaki dari Pakistan, Tiongkok, Oman, dan Amerika Serikat.
Duka mendalam juga menyelimuti pihak keluarga. Kakak kandung Purja, Kamal Purja, menyampaikan pernyataan resmi mewakili keluarga besar setelah menerima kabar kepastian tersebut.
”Dengan hati yang sangat berat saya membagikan berita duka bahwa adik lelaki saya yang tercinta, Nirmal ‘Nimsdai’ Purja, dan para pendaki lainnya telah tiada,” tulis Kamal.
Ia menambahkan, meskipun pihak keluarga merasa terpukul, pencapaian dan dedikasi adiknya dalam dunia pendakian akan tetap menjadi kebanggaan yang abadi.
“Meskipun hati kami hancur, kami sangat bangga padamu. Warisanmu akan hidup selamanya,” tegas Kamal.
Jejak Rekor dan Legacy
Nirmal Purja merupakan pendaki kelahiran Nepal yang selanjutnya mengantongi kewarganegaraan Inggris. Namanya mengguncang dunia internasional pada tahun 2019 saat ia menuntaskan proyek Project Possible, yakni menaklukkan 14 puncak gunung berorientasi eight-thousander (di atas 8.000 meter) hanya dalam kurun waktu 189 hari.
Kisah rekor fenomena tersebut juga telah diabadikan dalam film dokumenter global berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Kepergian Purja beserta sembilan rekannya meninggalkan duka mendalam sekaligus catatan kelam baru dalam sejarah pendakian di kawasan Karakoram. (*)




