Polisi Selidiki Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Identitas di Perbukitan Pemenang Lombok Utara
Mataram (NTBSatu) – Polres Lombok Utara menyelidiki penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di kawasan perbukitan Dusun Terengan Daya, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Warga menemukan mayat tersebut Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 Wita. Hingga proses pemeriksaan, polisi belum dapat memastikan identitas korban maupun penyebab kematiannya.
Kasi Humas Polres Lombok Utara, Iptu Zainuddin mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.
“Polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan berkoordinasi dengan tim kedokteran kepolisian untuk mengetahui kondisi jenazah. Kami saat ini sedang mengumpulkan petunjuk yang dapat membantu mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya,” ucapnya, Rabu 12 Agustus 2026.
Pemeriksaan luar jenazah oleh Tim Dokpol RS Bhayangkara Mataram bersama dokter muda Stase Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan yang cukup berat. Pemeriksa memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tujuh hari sebelum warga menemukannya.
Pemeriksaan forensik menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Termasuk luka lecet tekan yang melingkari bagian leher. “Pada leher juga terdapat tali dalam kondisi terikat,” ungkapnya.
Selain itu, sambung Kasi Humas, terdapat sejumlah luka pada tangan, lengan, perut, paha, dan bagian tubuh korban lainnya. Kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi menyebabkan pemeriksa perlu berhati-hati.
Kepolisian menegaskan, temuan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan bahwa korban meninggal akibat tindakan tertentu.
“Adanya tanda-tanda pada tubuh korban masih harus kita kasi secara menyeluruh. Penyidik tidak bisa terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian sebelum seluruh fakta dan alat bukti kami peroleh,” ucap Iptu Zainuddin.
Identitas Korban Belum Terungkap
Korban berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 185 sentimeter. Korban mengenakan kaus berwarna hitam, celana pendek berwarna merah, pakaian dalam hitam, kaus kaki putih, dan sepatu berwarna hitam.
Namun, identitas korban belum terungkap karena tidak adanya dokumen identitas yang dapat memastikan siapa korban.
“Kami juga sudah memintai keterangan saksi-saksi. Tim juga akan mencocokkan berbagai ciri fisik dan barang yang melekat pada tubuh korban dengan laporan orang hilang di wilayah Lombok Utara maupun daerah lain,” bebernya.
Menurut Zainuddin, proses identifikasi menjadi salah satu prioritas penyidik sebelum mengarah lebih jauh pada dugaan penyebab kematian. “Untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi,” tandasnya. (*)




