Headline NewsHukrim

Polda NTB Bakal Usut Tuntas Dugaan Asusila Libatkan Casis-Oknum Brimob

Mataram (NTBSatu) — Polda NTB menegaskan, pengusutan dugaan pelanggaran asusila yang melibatkan oknum kepolisian akan ditangani hingga tuntas.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid membenarkan penanganan kasus tersebut saat ini berjalan di masing-masing Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada tiap Polres.

“Kasusnya sedang ditangani Unit PPA di masing-masing Polres,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 19 Mei 2026.

IKLAN

Diketahui, tiga orang yang dilaporkan dalam perkara tersebut. Mereka diduga melakukan pelanggaran asusila dengan kasus berbeda-beda. Mulai dari penyebaran foto tak senonoh hingga dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Ketiganya terdiri dari satu anggota Brimob Polda NTB, satu anggota Bidang IT Polda NTB, dan satu orang yang sebelumnya berstatus Calon Siswa (Casis) di Polres Lombok Tengah.

Untuk penanganannya, kasus yang melibatkan anggota Brimob ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Mataram.

IKLAN

Sedangkan, perkara yang melibatkan anggota Bidang IT Polda NTB ditangani Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda NTB.

Sementara itu, kasus yang melibatkan mantan Casis ditangani Sat Reskrim Polres Lombok Tengah. “Terduga pelaku ada dua anggota. Kalau masyarakat umum (Casis) yang ditangani Polres Lombok Tengah itu sudah mengundurkan diri dari proses seleksi sejak dilaporkan,” beber Kholid.

Dugaan pelanggaran asusila

Sebelumnya, perwakilan Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB, Joko Jumadi menyebut, waktu dan kejadian perkara berbeda-beda.

Untuk kasus melibatkan oknum anggota Brimob Polda NTB, penanganannya berjalan di Unit PPA Sat Reskrim Polresta Mataram. Korbannya seorang perempuan yang saat kejadian masih berstatus pelajar SMA.

Terduga pelaku diduga menjalin hubungan asmara dengan korban sebelum akhirnya melakukan persetubuhan. Saat itu, korban masih di bawah umur.

“Waktu kejadian korban masih duduk di bangku SMA. Sekarang saya coba pastikan apakah sudah lulus atau belum,” ujarnya.

Modusnya, ia memacari dan menyetubuhi korban. Oknum anggota polisi itu lalu merekam saat mereka melakukan hubungan badan. Rekaman tersebut diketahui oleh orang tua korban. “Baru kemudian dilaporkan ke Polresta Mataram,” ujar Joko.

Korban selama proses berjalan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. “Jadi, memang ini berkaitan dengan kasus anak di bawah umur,” ucap akademisi Universitas Mataram (Unram) ini.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Mataram, Iptu Subhan mengaku belum menerima laporan lengkap terkait kasus tersebut. “Saya coba cek dulu di Unit PPA Sat Reskrim,” ujarnya kepada NTBSatu.

Kasus kedua melibatkan oknum anggota Bidang IT Polda NTB. Perkaranya ditangani Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTB.

Dalam perkara ini, oknum polisi diduga menyetubuhi seorang mahasiswi pada Februari 2026. Modusnya, terduga berkenalan dengan korban melalui media sosial sebelum mengajaknya bertemu.

“Waktu mereka ketemu, turun hujan. Lalu korban diajak ke kos-kosan dan diduga diperkosa. Saya sebut ada dugaan pemerkosaan karena memang ada ancaman dan tipu daya,” beber Joko.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Ditres PPA-PPO Polda NTB.

Kasus Libatkan Oknum Casis Naik Penyidikan

Sementara itu, untuk kasus ketiga menyeret seorang Casis di Polres Lombok Tengah, proses perkaranya telah naik ke tahap penyidikan.

Joko menjelaskan, terduga pelaku sebelumnya sempat berpacaran dengan korban yang juga masih berstatus pelajar SMA. Namun setelah hubungan mereka berakhir, pelaku diduga menyebarkan foto tak senonoh korban.

Merasa keberatan, mantannya tersebut kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Ia dilaporkan terkait ITE dan pornografi. “Korban keberatan lalu melaporkan Polres Lombok Tengah. Kejadiannya tahun ini,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi tak menepis adanya laporan tersebut. Polisi sejauh ini telah melakukan serangkaian penyelidikan.

Mereka juga sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban dan terlapor. “Kasus sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Iptu Lalu Brata kepada NTBSatu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button