SMPN 2 Selong Krisis Air, Siswa Terpaksa Buang Air Kecil di Toilet Masjid
Lombok Timur (NTBSatu) – Krisis air bersih mengganggu aktivitas belajar di SMPN 2 Selong. Setiap hari, ratusan siswa harus berjalan ke Masjid Raya Agung Al-Mujahidin untuk buang air kecil karena sekolah tidak memiliki toilet yang layak digunakan.
Kepala SMPN 2 Selong, Multazam Suwardi mengatakan, sekolah memiliki 14 kamar mandi. Namun, hanya lima unit yang masih berfungsi.
Selebihnya rusak, tidak memiliki pintu, keramik pecah, dan tidak dialiri air. Kondisi itu sudah berlangsung cukup lama.
“Anak-anak setiap hari ke masjid untuk buang air kecil. Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Saya baru mulai bertugas di sini awal Juli dan langsung menemukan persoalan tersebut,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, persoalan utama berada pada keterbatasan pasokan air. Sekolah hanya mengandalkan satu sumur, yang debitnya tidak mampu memenuhi kebutuhan sekitar 450 siswa dan tenaga pendidik.
Karena itu, pihak sekolah mengusulkan pembangunan sumur bor agar memiliki sumber air yang lebih memadai.
Selain krisis air, fasilitas belajar di SMPN 2 Selong juga memerlukan perhatian. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan pada plafon, pintu, dan jendela.
Beberapa ruang bahkan belum memiliki meja dan kursi sehingga siswa mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai.
“Anak-anak mengeluh karena harus terus belajar di lantai. Mereka menulis dan membaca di pangkuan. Kondisi seperti ini tentu tidak nyaman untuk proses belajar,” ujarnya.
Revitalisasi Sekolah Terbentur Anggaran
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, mengakui masih banyak sekolah di daerah itu yang membutuhkan perbaikan. Namun, kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan revitalisasi masih terbatas karena keterbatasan anggaran.
“Kerusakan sekolah memang menjadi perhatian kami. Kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran sehingga perbaikan belum bisa dilakukan secara bersamaan,” ujarnya.
Ia memastikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap memetakan kondisi sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak, termasuk persoalan sarana sanitasi dan ruang belajar.
Menurutnya, usulan revitalisasi akan terus diperjuangkan agar siswa dapat belajar dengan fasilitas yang lebih layak.
Pihak SMPN 2 Selong berharap, pemerintah segera menambah sumber air bersih dan memperbaiki fasilitas sekolah agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.
Mereka menilai kebutuhan tersebut sudah mendesak agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman bagi para siswa. (*)




