MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Berbintang di Mataram
Mataram (NTBSatu) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 turut mendongkrak tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Mataram. Menjelang ajang balap internasional tersebut, okupansi hotel bintang tiga ke atas kini telah menembus angka 80 persen.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa mengatakan, berdasarkan laporan terbaru okupansi hotel bintang tiga ke atas telah mencapai 82 persen. Bahkan, sejumlah hotel mencatat tingkat keterisian hingga 97 persen.
“Untuk kondisi Kota Mataram, hotel bintang tiga ke atas rata-rata sudah 80 persen. Laporan kemarin sore berada di angka 82 persen, bahkan ada yang sudah mencapai 97 persen. Jadi untuk bintang tiga dan empat rata-rata sudah penuh,” ujar Made Adiyasa, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sejumlah hotel bintang tiga dan empat yang tercatat telah penuh. Di antaranya Prime Park, Astoria, Golden Palace, Lombok Raya, dan Aston Inn.
Tingginya okupansi pada segmen tersebut, mayoritasnya terisi oleh tamu dari kalangan korporat.
Sementara itu, hotel bintang dua ke bawah hingga akomodasi kelas melati masih memiliki ketersediaan kamar. Tingkat okupansi pada segmen tersebut berada di kisaran 60 persen.
Secara keseluruhan, rata-rata okupansi harian hotel di Kota Mataram saat ini mencapai 72 persen. Pergerakan tamu terkonsentrasi pada periode menginap 9 hingga 12 Oktober. Puncak kepadatan kamar diperkirakan terjadi pada 10 dan 11 Oktober.
Adiyasa mengatakan, pola pemesanan tamu masih didominasi reservasi menit-menit terakhir atau last minute. Sama seperti yang terjadi pada gelaran MotoGP tahun sebelumnya.
“Perilaku wisatawan masih sama seperti tahun lalu, dominan pemesanan di menit-menit terakhir (last minute). Melihat tren permintaan tiket dan kamar yang terus naik, kami optimistis rata-rata penutupan okupansi bisa mencapai minimal 85 persen,” katanya.
Tidak Ada Batasan Menginap
Berbeda dengan kawasan Mandalika yang menerapkan ketentuan minimum masa menginap hingga empat malam, hotel-hotel di Kota Mataram tidak memberlakukan aturan tersebut.
Tamu yang melakukan pemesanan melalui kanal daring tetap dapat memilih durasi menginap sesuai kebutuhan, termasuk untuk satu atau dua malam.
Dalam kesempatan tersebut, Adiyasa juga mengklarifikasi isu mengenai keberlanjutan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Ia menyebut, pihak penyelenggara, termasuk MGPA, ITDC, dan InJourney, telah mengonfirmasi bahwa gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pasti berlanjut hingga 2029.
“Nah, kepastian ini menjadi sinyal positif untuk sektor pariwisata dan perhotelan di Lombok, termasuk Kota Mataram yang menjadi salah satu daerah penyangga selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika,” pungkasnya. (*)




