Program Lotim Berkembang Jadi Sorotan Tim Penilai Nasional TPAKD Award 2026
Lombok Timur (NTBSatu) – Program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) kembali mencuri perhatian. Setelah menjalani virtual assessment pada Juli lalu, Tim Penilai Utama (TPU) TPAKD Award 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI turun langsung ke Lombok Timur untuk menilai dampak program tersebut, Kamis, 6 Agustus 2026.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menerima langsung kunjungan tim penilai di Ruang Rapat Bupati. Ia didampingi Sekda, Muhammad Juaini Taofik selaku Ketua TPAKD bersama jajaran OPD, staf ahli, perbankan, serta perwakilan masyarakat dan pelajar penerima manfaat program.
Dalam pemaparannya, Haerul menegaskan Pemkab Lombok Timur terus melanjutkan program Lotim Berkembang karena terbukti memberi manfaat bagi masyarakat.
Program yang berjalan sejak 2020 itu tidak lagi hanya menyasar peternak sapi, tetapi juga pelaku UMKM. Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperluas sasaran program kepada petani porang.
“Sudah lima tahun Lotim Berkembang berjalan. Kenapa kami lanjutkan? Karena ini sangat baik, terutama untuk para peternak kita,” ujarnya, kemarin.
Rencanakan Pengembangan Sektor Porang
Ia menjelaskan, pengembangan sektor porang menjadi langkah berikutnya agar kebutuhan bahan baku industri pengolahan porang di Lombok Timur dapat terpenuhi.
Menurutnya, langkah tersebut akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semata-mata semuanya adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, dan seterusnya,” tegasnya.
Ketua TPU TPAKD Award 2026, Erdiriyo mengatakan, kunjungan lapangan bertujuan melihat secara langsung dampak program TPAKD terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menghadirkan berbagai inovasi di sektor keuangan inklusif.
“Kita dapat melihat lebih dekat impact program kerja terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Meski menilai program TPAKD Lombok Timur sudah berjalan baik, Erdiriyo mendorong lahirnya inovasi baru. Ia mengusulkan agar limbah usaha peternakan dapat dikembangkan menjadi sumber dana pensiun bagi peternak.
Selain itu, ia berharap program tabungan pelajar dapat dipadukan dengan tabungan pendidikan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perbankan.
Anggota TPU, Abetnego Tarigan, menggali inovasi lembaga perbankan dalam mendukung program TPAKD, termasuk manfaatnya bagi masyarakat dan dampaknya terhadap bisnis perbankan.
Pastikan Seluruh Masukan Menjadi Evaluasi
Sementara itu, Sekda Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik memastikan seluruh masukan dari tim penilai akan menjadi bahan evaluasi.
“Kami ingin TPAKD tidak hanya berorientasi pada akses keuangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Hingga saat ini, program unggulan TPAKD Lombok Timur tercatat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan indeks akses keuangan, serta menekan ketimpangan.
Kini, ratio Lombok Timur berada di angka 0,313, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi NTB yang mencapai 0,364.
Usai pemaparan, Tim Penilai Utama melanjutkan verifikasi lapangan ke Pondok Pesantren Raudhatul Azhar. Lokasi tersebut menjadi salah satu pelaksana Program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), bersama Lotim Berkembang dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) menjadi inovasi unggulan TPAKD Lombok Timur. (*)




