Lombok Tengah

Program Ayam Petelur Lombok Tengah Diperluas, 100 Warga Miskin Bakal Jadi Sasaran

Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berencana memperluas program bantuan ayam petelur kepada masyarakat miskin melalui APBD Perubahan 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zaenal Arifin mengatakan, program tersebut akan menyasar masyarakat miskin secara langsung. Pemerintah menyiapkan pendekatan bantuan berbasis per orang.

“Untuk masyarakat miskin. Nanti itu pendekatannya adalah per orang,” kata Zaenal beberapa waktu lalu.

IKLAN

Zaenal menyebut pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 100 penerima. Jumlah penerima pada program lanjutan ditargetkan kembali mendekati angka tersebut.

“100 orang kemarin. Mudah-mudahan ini mendekati 100 juga,” ujarnya.

Program ayam petelur tersebut sebelumnya menjadi bagian dari upaya Pemkab Lombok Tengah menekan kemiskinan sekaligus stunting melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.

IKLAN

Setiap penerima mendapatkan 18 ekor ayam petelur. Bantuan itu juga dilengkapi sarana pendukung agar masyarakat tidak hanya mendapat manfaat dari telur untuk kebutuhan pangan, tetapi bisa mengembangkan usaha dari hasil ternak.

Dikawal TKPKD

Zaenal mengatakan perluasan bantuan akan tetap pemerintah kawal agar menyentuh masyarakat yang menjadi sasaran.

“Karena ini programnya memang untuk langsung menyentuh ke kemiskinan. Ini langsung dikawal juga oleh TKPKD,” jelasnya.

Menurut dia, ketersediaan ayam petelur tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Dinas Pertanian memastikan stok ayam tersedia sehingga perluasan penerima tidak terganggu dari sisi pengadaan ternak.

“Enggak ada kesulitan. Tersedia kalau ayam,” katanya.

Ia menilai bantuan 18 ekor ayam per penerima memang terlihat sederhana, tetapi sudah pemerintah hitung agar bisa memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Program ini juga sejalan dengan penguatan sektor peternakan yang pemerintah daerah dorong. Pada Agustus 2026, Dinas Pertanian Lombok Tengah menyalurkan 14.470 ekor ayam ras petelur kepada 58 kelompok tani dan ternak melalui APBD 2026.

Berharap Ada Dukungan Pusat

Zaenal mengatakan Pemkab Lombok Tengah juga berharap pemerintah pusat ikut memberikan dukungan terhadap pengembangan peternakan unggas.

Ia menyebut pihaknya akan mengikuti rapat terkait program hilirisasi peternakan di PRMP. Menurutnya, hilirisasi menjadi peluang agar peternak lokal mendapat lebih banyak dukungan, terutama karena kebutuhan komoditas unggas semakin besar.

“Unggas ini sekarang menjadi primadona dengan adanya MBG,” ujarnya.

Zaenal berharap program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak. Pemerintah ingin penerima bisa mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaat bantuan terus berlanjut.

Dengan perluasan program melalui APBD Perubahan, Pemkab Lombok Tengah berharap bantuan ayam petelur tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. (*)

Artikel Terkait