Polres Pastikan Tawuran Siswa di Praya Berakhir Damai, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Polres Lombok Tengah memastikan persoalan tawuran antarsiswa di depan MAN 1 Praya, Kecamatan Praya, telah selesai melalui jalur mediasi. Kepolisian menyebut kedua pihak memilih penyelesaian secara kekeluargaan tanpa melanjutkan perkara ke proses hukum.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan, Polsek Praya Tengah menggelar mediasi pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian menghadirkan orang tua siswa, pihak sekolah, serta pelajar yang terlibat.
Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan agar sekolah menangani persoalan secara internal. Kedua siswa juga menandatangani surat pernyataan untuk mencegah konflik serupa kembali muncul.
“Dalam mediasi itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara internal di sekolah dengan membuat surat pernyataan,” kata Brata kepada NTBSatu, 3 Agustus 2026.
Brata menilai, kesepakatan tersebut dapat meredam potensi aksi lanjutan antarsiswa. Namun, ia tetap meminta sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik, terutama pada waktu dan lokasi yang rawan terjadi gesekan.
Dorong Sekolah Perkuat Pengawasan
Ia mendorong pihak sekolah memperkuat pengawasan di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yakni memasang CCTV pada titik-titik yang sering menjadi tempat berkumpul siswa.
“Kami berharap guru lebih intens mengawasi kegiatan siswa. Bila perlu, sekolah memasang CCTV di beberapa titik agar petugas bisa mengetahui lebih cepat jika muncul hal-hal yang mengganggu ketenteraman sekolah maupun kamtibmas,” ujarnya.
Selain sekolah, Brata meminta orang tua ikut mengawasi perilaku anak di luar lingkungan pendidikan. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan agar anak tidak terlibat tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Brata menyebut kasus tawuran tersebut menjadi kejadian pertama yang tercatat Polres Lombok Tengah sepanjang 2026.
“Kalau tahun ini, di Lombok Tengah baru kejadian ini saja,” katanya.
Polres berharap penyelesaian melalui mediasi itu menjadi pembelajaran bagi siswa, sekolah, dan orang tua agar konflik serupa tidak kembali terjadi. (*)




