Lombok Tengah

Mendadak Ambruk, Bangunan SMPN 9 Satu Atap Pujut Segera Diperbaiki

Lombok Tengah (NTBSatu)Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah mengusulkan revitalisasi SMPN 9 Satu Atap Pujut setelah kondisi bangunan sekolah tersebut memicu kekhawatiran guru, siswa, dan wali murid.

Menanggapi hal itu, Kepala Dikbud Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid mengatakan, sekolah tersebut sebenarnya pernah memperoleh program revitalisasi. Namun, pelaksanaannya tidak berlanjut karena muncul persoalan internal yang mengganggu proses pekerjaan.

“Memang kemarin SMP 9 ini sudah mendapatkan revitalisasi. Tetapi karena ada persoalan manajemen di sekolah, pekerjaan itu akhirnya terhenti dan kemudian kami usulkan kembali,” kata Idham, kepada NTBSatu, Senin, 22 Juni 2026.

IKLAN

Menurutnya, kondisi sekolah saat ini sudah lebih kondusif sehingga pihaknya kembali mengajukan revitalisasi kepada pemerintah pusat pada tahun ini.

Ia berharap usulan tersebut mendapat persetujuan sehingga perbaikan bangunan yang rusak dapat segera terlaksana.

“Tahun ini kami sudah usulkan kembali. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga pekerjaan itu bisa berjalan,” ujarnya.

IKLAN

Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Idham mengaku, pernah berkunjung langsung ke SMPN 9 Satu Atap Pujut. Dari hasil kunjungan tersebut, ia melihat kondisi sejumlah bangunan sekolah memang cukup memprihatinkan.

Karena itu, pihaknya meminta pihak sekolah tidak lagi menggunakan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat atau berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

“Bangunan yang kira-kira rusak itu tidak perlu ditempati. Masih ada bangunan di bagian belakang yang kondisinya lebih baik dan bisa untuk kegiatan belajar,” katanya.

Meski sudah mengajukan revitalisasi, Idham menjelaskan usulan tersebut masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Pendidikan. Hingga saat ini, anggaran perbaikan belum turun ke daerah.

“Untuk sekarang kami masih menunggu. Mudah-mudahan setelah verifikasi selesai, kementerian bisa menurunkan anggarannya,” jelasnya.

Sebelumnya, salah satu bangunan ruang kelas di SMPN 9 Satu Atap Pujut ambruk saat proses belajar mengajar berlangsung. Ruangan tersebut untuk siswa kelas 6 SD yang berada dalam satu kawasan sekolah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, reruntuhan bangunan sempat nyaris menimpa siswa yang sedang mengikuti pelajaran.

Peristiwa itu menambah kekhawatiran guru dan wali murid. Mereka menilai sejumlah bangunan sekolah sudah tidak layak dan berisiko ambruk sewaktu-waktu. Warga pun berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Terkait