DPRD Lobar Minta Seleksi Dirut PT Tripat Digelar Terbuka, Tolak Penunjukan karena Kedekatan
Lombok Barat (NTBSatu) – Pengunduran diri Direktur PT Tripat, Wewe Anggraini, memunculkan desakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tidak terburu-buru menetapkan direktur definitif.
DPRD meminta proses rekrutmen terlaksana secara terbuka agar perusahaan daerah itu dipimpin figur profesional.
Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, Munawir Haris menilai, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Tripat hanya bersifat sementara. Menurutnya, pemerintah daerah harus memanfaatkan masa transisi itu untuk menyiapkan proses seleksi yang lebih kompetitif.
“Terkait direktur PT Tripat, pemerintah daerah sebaiknya melakukan beauty contest atau pendaftaran secara transparan,” katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain itu, Munawir menegaskan pemerintah tidak boleh sekadar mencari pengganti jabatan. Ia meminta pemerintah memilih sosok yang benar-benar memahami dunia usaha.
“Harus the right man on the right place (orang tepat di tempat yang tepat, red). Orangnya harus sesuai bidang dan latar belakangnya,” ujar legislator dari PAN tersebut.
Lebih lanjut, Munawir mengingatkan PT Tripat tidak hanya mengelola Taman Narmada. Perusahaan daerah itu juga mengelola Taman Suranadi dan memiliki tanggung jawab meningkatkan pendapatan daerah.
Karena itu, ia menilai direktur baru harus memiliki kemampuan membangun jejaring bisnis dan promosi pariwisata. “Dia harus mampu mempromosikan kawasan wisata dan bekerja sama dengan pelaku pariwisata,” katanya.
Menurutnya, kerja sama dengan biro perjalanan wisata, pemandu wisata, hingga pelaku industri pariwisata menjadi kebutuhan yang tidak bisa terabai. Selain itu, calon direktur juga harus memahami pengelolaan perusahaan secara profesional.
Tak Persoalkan Asal Daerah
Munawir juga menolak syarat yang membatasi calon direktur berdasarkan asal daerah. Baginya, kemampuan memajukan perusahaan jauh lebih penting daripada identitas daerah calon.
“Saya tidak melihat dia orang lokal atau bukan. Yang penting dia mampu memajukan perusahaan,” ujarnya.
Ia menilai, PT Tripat membutuhkan pemimpin yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan setelah proses pembenahan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perusahaan daerah itu kini harus mulai berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Di sisi lain, Munawir mengingatkan direktur baru juga harus memahami karakter masyarakat sekitar kawasan wisata. Menurutnya, ketegasan tetap perlu dalam mengelola aset daerah. Namun, pendekatan kepada masyarakat tidak boleh mengabaikan kearifan lokal.
“Ketegasan itu perlu. Tetapi local wisdom (kearifan lokal, red) juga harus dipahami supaya tidak terkesan arogan,” katanya.
Meski demikian, Munawir tetap mengapresiasi kinerja Wewe Anggraini selama memimpin PT Tripat. Ia mengaku Komisi II DPRD beberapa kali berdiskusi dengan Wewe mengenai perkembangan perusahaan.
“Terlepas dari plus minusnya, kami melihat Bu Wewe mampu menjalankan tugas sebagai direktur PT Tripat,” ujarnya.
Sebelumnya, Wewe Anggraini mengundurkan diri dari jabatan Direktur PT Tripat per 22 Juli 2026. Ia menegaskan keputusannya tidak berkaitan dengan kasus hukum yang menjerat Bupati nonaktif Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, maupun polemik pengelolaan Taman Narmada.
Saat ini, jabatan sementara posisi tersebut oleh Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan sebagai Pelaksana Tugas Direktur PT Tripat. (*)




