Lombok Tengah

Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Lombok Tengah Masih Lesu

Lombok Tengah (NTBSatu) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di sejumlah lapak di Lombok Tengah belum menunjukkan peningkatan signifikan. Pedagang mengaku, suasana penjualan masih cenderung sepi dan belum seramai tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang kambing di kawasan Leneng, Murdi mengatakan, peningkatan pembeli biasanya baru terasa beberapa hari menjelang Iduladha. Hingga saat ini, masyarakat yang datang masih mencari kambing dengan harga lebih terjangkau.

“Belum nampak ramai sekarang ini. Biasanya tiga sampai empat hari menjelang Iduladha baru banyak yang datang,” ujarnya saat ditemui NTBSatu di lapaknya, Sabtu, 16 Mei 2026.

IKLAN

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi pola pembelian hewan kurban tahun ini. Banyak warga lebih memilih kambing berukuran kecil daripada ukuran besar yang harganya lebih tinggi.

“Ada yang cari besar, ada juga yang kecil-kecil. Kemarin ada yang beli sampai 30 ekor ukuran kecil harga satu setengah juta,” katanya.

Harga Hewan Kurban Naik

Ia menjelaskan harga kambing tahun ini mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan. Kambing ukuran kecil mulai Rp1,5 juta per ekor, sedangkan yang besar bisa mencapai sekitar Rp5 juta.

IKLAN

“Ada kenaikan sedikit, tetapi tidak begitu besar,” ujarnya. Meski penjualan belum terlalu ramai, ia memastikan, pasokan hewan kurban tahun ini masih aman.

Seluruh kambing berasal dari peternak lokal di wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya. “Dari petani semua ini. Alhamdulillah pasokan lancar,” katanya.

Selain itu, pengawasan kesehatan hewan kurban juga mulai dilakukan menjelang Iduladha. Petugas dari dinas peternakan akan datang melakukan pemeriksaan kesehatan, sekaligus memasang tanda keterangan sehat pada hewan yang akan dijual.

“Kemungkinan hari Senin datang dari dinas untuk menempel tanda kesehatan hewan,” ujarnya. Pedagang yang merupakan pensiunan aparatur pemerintahan tersebut mengaku, tetap menjalani usaha jual beli kambing karena ingin tetap produktif setelah pensiun.

Menurutnya, berjualan di pasar membuatnya tetap memiliki aktivitas sekaligus bisa bertemu banyak orang dari berbagai daerah di Lombok. “Daripada menganggur di rumah, lebih baik begini. Bisa ketemu banyak orang juga di pasar,” katanya. (Caca)

Artikel Terkait

Back to top button