Lombok TengahPariwisata

Desa Adat Ende Dirancang Miliki 40 APAR dan Sprinkler Otomatis

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah merancang skema mitigasi bencana kebakaran di Kawasan Rumah Adat Ende, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut.

Langkah ini bertujuan memperketat perlindungan terhadap puluhan bangunan adat berbahan material alam yang rentan terbakar.

Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Lombok Tengah, Supardan, mengonfirmasi kondisi terkini kesiapsiagaan di kawasan tersebut.

IKLAN

“Itu baru konsep, semoga bisa realisasi. Sekarang baru 10 APAR dari Astra kalau tidak salah,” ujarnya kepada NTBSatu pada Senin, 7 September 2026.

Rencana Infrastruktur Terpadu

Supardan merancang skema proteksi kebakaran secara menyeluruh di atas lahan seluas 1 hektare yang menampung 25 unit rumah adat. Konsep ini memadukan ketersediaan sarana pemadam mandiri dengan pemanfaatan teknologi pencegahan dini demi menjamin keselamatan warga serta wisatawan.

Supardan menjelaskan, dokumen perencanaan proteksi kebakaran tersebut kini telah berada di instansi teknis terkait untuk pembahasan lebih lanjut.

IKLAN

“Baru saya ajukan ke Dispar, tapi belum dibahas. Semoga terpakai,” katanya.

Ia menambahkan, penyusunan rancangan fisik kawasan tersebut melibatkan tenaga ahli dari Universitas Mataram (Unram). “Karena konsultannya kalau tidak salah dari Unram,” lanjutnya.

Supardan menilai, perencanaan visual yang ada dari tim perencana di lapangan telah memperhitungkan berbagai potensi risiko secara komprehensif. Rancangan tersebut mencakup penyiapan 40 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di pelbagai titik strategis pemukiman.

Selain APAR, empat titik hydrant di posisi utara, selatan, barat, dan timur rencananya akan terhubung langsung dengan pasokan reservoir air berkapasitas 100.000 liter beserta pompa pemadam utama.

Konsep tersebut juga memuat penerapan teknologi sistem spray air otomatis. Konsep ini bertujuan untuk menjaga kondisi material atap bangunan adat agar tidak mudah menyulut api.

Sistem sprinkler ini akan berfungsi aktif secara otomatis setiap satu jam sekali selama lima menit guna membasahi atap dan lingkungan sekitar. Sehingga tingkat kelembaban bahan bangunan tetap terjaga.

Kesiapsiagaan Pos Proteksi

Supardan merencanakan penyiapan Pos Proteksi Kebakaran yang menampung peralatan darurat, mulai dari pompa portable, selang pemadam, helm, Alat Pelindung Diri (APD), sarana komunikasi HT, hingga perlengkapan P3K.

Seluruh sistem pemantauan akan terhubung ke panel kontrol pusat yang mengawasi tekanan air, alarm, serta sensor kebakaran secara real-time. Dari segi aksesibilitas darurat, rancangan kawasan menyediakan jalur khusus armada pemadam berlebar minimal 5 meter dan area parkir siaga unit Damkar yang terpisah dari parkir pengunjung.

Supardan mengatakan, pengelola juga nantinya akan memetakan dua titik kumpul evakuasi guna melengkapi rute penyelamatan warga.

Guna memperkuat kapasitas penanganan di tingkat tapak, Damkar berencana menggelar simulasi kebakaran setiap enam bulan sekali, membentuk Satgas Kebakaran Desa Sengkol, serta mengintegrasikan alur penanganan darurat melalui Call Center 112. (*)

Artikel Terkait