Sapi Satu Ton di Lombok Barat Masuk Nominasi Tiga Besar Banmaspres
Lombok Barat (NTBSatu) – Seekor sapi berbobot lebih dari satu ton di Dusun Menang, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat , masuk nominasi Bantuan Masyarakat Presiden (Banmaspres) untuk Iduladha 2026.
Sapi jenis simental cross milik peternak Atang Setyanoro itu, lolos verifikasi awal Sekretariat Presiden (Setpres). Dengan bobot mencapai lebih dari 1 ton dan kini masuk urutan ketiga hasil asesmen nasional.
Pemilik sapi, Atang Setyanoro mengungkapkan, sebelum Lebaran lalu bobot sapinya bahkan sempat menyentuh 1 ton 30 kilogram lebih. Namun, beberapa hari terakhir beratnya sedikit turun akibat pengaruh cuaca.
“Sapi ini kurang lebih sekitar empat hari dia kurang lahap makannya. Padahal sebelumnya beratnya 1 ton 30 lebih. Sekarang sekitar 1 ton 15,” katanya, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menyebut, penurunan berat badan sekitar 15 hingga 20 kilogram pada sapi dewasa masih tergolong normal, terutama saat kondisi cuaca berubah. Hal itu mempengaruhi nafsu makan sapi.
“Kalau sapi itu dia nyaman dan rajin dimandikan supaya badannya bagus dan tidak banyak nyamuk sehingga banyak makan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peternak yang bekerja di bawah Atang, Makbul mengungkapkan, sapi jenis simental dan berangus memang sengaja dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Banmaspres, karena nilai ekonominya jauh lebih tinggi.
“Kalau sapi tergantung siapa yang ngambil. Kalau diambil presiden kayak ini ya jelas untungnya banyak,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Tiga Tahun Beturut-turut Terpilih
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, Lalu Moh. Hakam menyebut, keberhasilan masuknya sapi tersebut menjadi nominasi, dianggap sebagai pencapaian penting. Hal itu karena Lombok Barat sudah tiga tahun berturut-turut dipercaya menyiapkan hewan kurban Banmaspres.
“Dari tiga yang kita usulkan itu, satu yang lolos verifikasi. Yang dilakukan oleh Setpres itu bobotnya 1,001 ton. Itu yang berada di Menang. Jenis sapinya simental cross,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian Setpres tidak hanya melihat ukuran tubuh sapi, tetapi juga kesehatan dan kualitas ternak secara keseluruhan. “Dalam penilaian atau asesmen Setpres ini, salah satu indikatornya dari sisi bobot, kemudian dari sisi kesehatan hewan tersebut,” katanya.
Ia menilai, keberhasilan Lombok Barat masuk nominasi Banmaspres selama tiga tahun beruntun bisa menjadi pemicu semangat peternak untuk mengembangkan ternak unggulan dengan nilai jual lebih tinggi.
“Ini bisa jadi motivasi ke masyarakat kita juga. Karena ini dianggap kompetisi dengan kabupaten lain, sehingga peternak kita semakin giat merawat ternak dari varietas-varietas unggul,” jelasnya.
Masuknya sapi ke nominasi Banmaspres juga berdampak langsung pada nilai ekonomi ternak. Dinas Pertanian menyebut, harga sapi yang lolos seleksi Setpres bisa melonjak hingga dua kali lipat daripada harga normal.
“Yang kemarin beberapa tempat itu sekitar Rp135 juta. Sekarang platform yang dibuka sekitar Rp139 juta. Ini masih nego mungkin,” ujarnya.
Dinas Pertanian saat ini tengah menunggu proses selanjutnya, yakni tahap transaksi dan penentuan lokasi penyaluran hewan kurban oleh pihak Sekretariat Presiden. (Zani)




