Lombok Barat

LAZ Sesalkan Data 500 Atlet Porprov NTB dari KONI, Minta Seleksi Berbasis Kajian

Lombok Barat (NTBSatu) – Bupati Lombok Barat (Lobar), Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menyesalkan belum adanya kajian resmi yang mendasari usulan 500 atlet, untuk memperkuat kontingen Lombok Barat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.

Menurut LAZ, Pemkab Lobar sejak awal meminta KONI menyertakan kajian yang menjelaskan dasar penetapan jumlah atlet tersebut. Namun hingga kini, Pemkab belum menerima dokumen tersebut.

Karena itu, Pemkab akhirnya menyerahkan sepenuhnya proses pelaksanaan Porprov kepada KONI Lobar sebagai organisasi yang memiliki kewenangan teknis di bidang olahraga.

IKLAN

“Jadi KONI ini mengajukan atlet sebanyak 500 orang. Pertanyaannya sampai hari ini apa dasarnya 500 itu. Hasil kajiannya yang Pemda minta tidak ada,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.

Selain meminta kajian dari KONI, LAZ menginstruksikan Dispora untuk menggandeng tim independen yang kompeten di bidang olahraga.

Ia menginginkan proses penentuan atlet berlangsung secara objektif dan tidak bergantung pada pertimbangan subjektif.

IKLAN

“Saya minta juga Dispora membuat kajian. Terbentuklah tim independen yang berkompeten di bidang olahraga,” katanya.

Namun, karena KONI belum menyerahkan kajian yang Pemkab minta, Pemkab memilih menyerahkan seluruh pelaksanaan kepada organisasi tersebut.

Karena itu, KONI akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh keputusan yang berkaitan dengan kontingen Porprov Lobar. “Maka Pemda menyerahkan sepenuhnya itu ke KONI. Biar KONI yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski menyerahkan pelaksanaan kepada KONI, LAZ memastikan Pemkab tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan proses pelaksanaan kegiatan.

Pemkab juga akan melakukan audit setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Pelaksanaannya KONI yang mengurus sepenuhnya, tapi Pemda tetap kontrol. Nanti pemerintah daerah akhirnya akan mengaudit,” ujarnya.

Penentuan Atlet Harus Berdasarkan Seleksi Ketat

Lebih lanjut, LAZ menegaskan dirinya tidak ingin proses penentuan atlet hanya berdasarkan kedekatan pribadi atau pertimbangan suka dan tidak suka.

Ia meminta seluruh cabang olahraga menggunakan data prestasi sebagai dasar seleksi atlet. “Saya tidak ingin pelaksanaannya atas dasar memilih antara suka dan tidak suka, tapi berbasis data,” katanya.

Menurutnya, setiap atlet yang terpilih harus memiliki alasan yang jelas dan mempunyai riwayat prestasi yang sesuai dengan harapan.

“Kenapa atlet itu terpilih? Harus ada prestasinya dan ada dasar penilaiannya,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait anggaran Porprov, LAZ memastikan Pemkab tetap menyesuaikan dukungan sesuai kemampuan keuangan daerah yang telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Kalau masalah anggarannya ya kita sesuaikan dengan yang ada di DPA. Jumlahnya Rp1,7 miliar,” jelasnya.

Di sisi lain, LAZ memastikan Lobar tetap akan mengikuti seluruh cabang olahraga yang tuan rumahnya Lobar.

Menurutnya, status Lobar sebagai salah satu tuan rumah di beberapa cabang olahraga Porprov membuat daerah tidak memiliki pilihan selain berpartisipasi penuh.

“Kalau pelaksanaannya di Lobar wajib kita ikuti. Contoh futsal utama, kita tuan rumah, tidak pakai tawar-menawar harus ikut,” tegasnya.

Sebelumnya, KONI Lobar mengaku telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi atlet yang akan tampil pada Porprov NTB 2026. Namun hingga kini, proses pencairan anggaran masih menunggu penyelesaian sejumlah dokumen administratif dan sinkronisasi data antara KONI dan Pemkab Lobar. (*)

Artikel Terkait

Back to top button