Pengelola Pastikan Bukit Keteri Aman, Kebakaran Berasal dari Lahan Warga
Lombok Barat (NTBSatu) – Pengelola Bukit Keteri memastikan kebakaran yang sempat menjadi perhatian masyarakat tidak terjadi di kawasan wisata. Api muncul dari lahan milik warga di perbatasan kawasan kehutanan yang sedang warga buka untuk mereka garap.
Ketua Pengelola Bukit Keteri, Supirman alias Ances mengatakan, informasi yang menyebut Bukit Keteri terbakar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut, lokasi kebakaran jauh dari Pos 1 Bukit Keteri seperti informasi yang beredar.
“Itu bukan lahan Bukit Keteri. Lokasinya di perbatasan lahan milik pribadi dan kawasan kehutanan. Lahan itu memang sedang dibuka warga untuk digarap,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menegaskan, aktivitas wisata di Bukit Keteri tetap berlangsung normal. Jalur pendakian maupun seluruh area wisata masih aman bagi pengunjung.
“Sampai sekarang kami tetap buka. Kondisinya aman,” ujarnya.
Selain itu, Ances mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kebakaran terjadi di kawasan wisata. Menurutnya, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Ia khawatir kabar tersebut justru memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Bukit Keteri.
“Kita konfirmasi langsung ke masyarakat lewat sosmed sendiri. Api udah kita padamkan segera di hari itu juga, gak sampai 20 menit,” tambahnya.
Tujuan Favorit Wisatawan
Bukit Keteri merupakan destinasi wisata alam di Dusun Bantir, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan ini mulai menjadi tujuan favorit wisatawan setelah mendapat promosi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat.
Sebelumnya, pengelola mencatat kunjungan wisatawan mencapai sekitar 600 orang setiap akhir pekan. Penjualan tiket juga berkisar antara 2.000 hingga 3.500 lembar setiap bulan.
Jalur pendakian yang ramah bagi pemula menjadi salah satu daya tarik utama Bukit Keteri. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan, pesisir, hingga hamparan laut di wilayah Lombok Barat.
Karena itu, pengelola memastikan kebakaran di lahan warga tidak mengganggu operasional wisata. Mereka juga terus memantau kondisi di sekitar kawasan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan pengunjung. (*)




