Sumbawa Barat

Lolos Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi, Dua Putra Terbaik KSB Tunggu Jadwal ke Jakarta

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berkomitmen penuh mengawal transparansi proses seleksi Paskibraka 2026. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian seleksi tingkat provinsi, dua perwakilan terbaik KSB kini telah kembali ke daerah sembari menunggu kepastian jadwal keberangkatan untuk seleksi tingkat nasional di Jakarta.

Langkah ini menjadi pembuktian bagi KSB setelah mencatatkan kesuksesan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah optimistis, tradisi mengirimkan delegasi terbaik ke tingkat nasional dapat terus dipertahankan secara konsisten.

Kepala Bakesbangpol KSB, Saifullah menegaskan, seluruh proses seleksi dari awal hingga akhir mengedepankan keterbukaan penuh tanpa intervensi. Penerapan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT), untuk menjamin objektivitas nilai seluruh peserta yang mendaftar.

IKLAN

“Kalau sudah disebut transparansi itu, berarti harus transparan. Nilainya langsung kelihatan hari itu juga, sehingga sulit untuk bermain-main,” ujar Saifullah kepada NTBSatu, Senin, 18 Mei 2026.

Dari total 116 pendaftar di tingkat kabupaten, panitia akhirnya menjaring 44 siswa terbaik yang memenuhi standar fisik dan akademik. Kuota tersebut kemudian pemerintah daerah saring kembali hingga menyisakan empat orang perwakilan, untuk berkompetisi di tingkat Provinsi NTB.

Hasil seleksi provinsi menempatkan dua putra terbaik KSB masuk dalam jajaran enam besar yang pemerintah daerah usulkan ke pusat. Mereka adalah Wira Kamandaka Wibawa dari SMAN 1 Poto Tano dan Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari SMAN 1 Taliwang.

IKLAN

Sementara itu, dua siswi terbaik KSB lainnya lolos dan mengunci posisi untuk bertugas di tingkat Provinsi NTB. Mereka adalah Lisda Nurainun dari SMA Negeri 1 Sekongkang dan Jhasmine Avara Agustine dari Amman Academy.

Pendampingan Intensif Selama Lima Hari

Sebelum melepas para utusan tersebut, Balesbangpol KSB menerapkan strategi khusus melalui program pendampingan intensif selama lima hari. Langkah ini guna memantapkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan baris-berbaris bagi para calon Paskibraka.

“Langkah pendampingan seperti ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab penuh daerah. Kami berkomitmen untuk terus mengawal dan mendampingi perjuangan Adik-adik ini dari awal hingga seluruh prosesnya selesai,” kata Saifullah.

Dalam program pendampingan ini, pihak Bakesbangpol KSB juga melibatkan peran aktif orang tua serta kepala sekolah secara langsung. Sinergi ini bertujuan mengontrol aktivitas harian peserta di luar jam latihan resmi agar tetap kondusif.

Pihaknya meminta orang tua memperketat pengawasan, termasuk membatasi waktu begadang dan melarang aktivitas olahraga yang berisiko memicu cedera fisik. Kedisiplinan tinggi ini sangat memengaruhi performa para siswa saat menjalani serangkaian tes fisik utama yang sangat menguras tenaga.

“Jangan sampai si anak ini ketika ikut tes terjadi cedera karena hobinya main bola, karena itu bisa menggagalkan kita untuk mendorong dia ke tingkat provinsi,” tuturnya.

Ia menambahkan, sertifikat yang nantinya diperoleh para alumni Paskibraka memiliki nilai strategis untuk masa depan mereka. Fasilitas jalur prestasi tersebut diyakini membuka peluang besar bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun akademi militer.

“Sertifikat itu merupakan bagian dari privilege untuk masuk perguruan tinggi, masuk militer, akademi militer, dan sebagainya karena mental mereka sudah terdidik,” tutup Saifullah. (Andini)

Artikel Terkait

Back to top button