Temuan BPK Picu Perombakan Verifikasi Bantuan Siswa Miskin Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan merombak mekanisme verifikasi penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi bantuan ganda kepada ribuan siswa jenjang SD dan SMP pada 2025.
Hasil pemeriksaan BPK mencatat, 1.831 murid SD dan 591 siswa SMP masuk kategori penerima BSM ganda dengan total nilai Rp394,46 juta.
Rinciannya, bantuan senilai Rp239,58 juta mengalir kepada 1.473 siswa SD. Sedangkan 358 siswa SMP menerima Rp128,88 juta.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan pihaknya akan memperketat verifikasi data agar penyaluran BSM lebih akurat dan tepat sasaran.
“Nanti tahun depan perhitungan menggunakan Desil 1 dan Desil 2 saja yang akan dapat. Tetap kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial nanti, “ujar Yusuf, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Yusuf, pengetatan sasaran menjadi bagian dari evaluasi penyaluran BSM sebelumnya yang masih mencakup penerima hingga Desil 6. Mulai tahun depan, bantuan hanya menyasar siswa dari keluarga paling rentan secara ekonomi.
Sebelumnya, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kota Mataram, Ahmad Rifai, mengakui kurang cermatnya verifikasi usulan sekolah memicu munculnya data ganda dan ketidaksesuaian desil.
Selain itu, penyaluran BSM 2025 tidak menggunakan data Dinas Sosial karena program tersebut kembali berjalan setelah sempat vakum akibat kendala kode rekening.
BPK tidak mewajibkan Dinas Pendidikan Kota Mataram mengembalikan dana bantuan karena seluruh anggaran sudah tersalurkan kepada para siswa.
Namun, BPK tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk evaluasi tata kelola program. “Kita hanya kena sanksi administrasi oleh BPK,” tukas Rifai. (*)




