Pendidikan

Sepekan Tanpa Kejelasan, BEM Unram Desak Polisi Transparan Bongkar Kematian NDR

Mataram (NTBSatu) – Kasus kematian NDR, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) pada Minggu, 17 Mei 2026, terus bergulir. Tepat sepekan pasca-kejadian, pihak kepolisian belum juga membeberkan hasil penyidikan resmi ke publik. Mandeknya informasi ini memicu desakan kuat dari kalangan internal kampus, agar proses hukum diusut secara transparan dan agresif.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram, Lalu Nazir Huda menegaskan, kematian NDR menyimpan banyak kejanggalan. Ia menyatakan, kasus ini tidak boleh menguap begitu saja tanpa kepastian hukum yang jelas. Meski mengapresiasi respons awal kepolisian, Nazir menyayangkan sikap aparat yang terkesan menutup diri setelah satu minggu berjalan.

“Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah bergerak melakukan penyelidikan sejak awal kasus ini mencuat. Namun, sudah sepekan berlalu dan hingga saat ini belum ada informasi mengenai hasil penyidikan yang disampaikan kepada publik maupun keluarga,” ujar Nazir, Minggu, 24 Mei 2026.

IKLAN

Menurutnya, minimnya keterbukaan dari pihak berwajib justru memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Mewakili seluruh mahasiswa, ia menuntut kepolisian bergerak lebih cepat demi memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga.

“Kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Kami sangat berharap kasus ini bisa segera mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap kawan kami, NDR. Kematian seorang mahasiswa harus diungkap secara terang, tuntas tanpa intervensi, dan tidak boleh ditutup-tutupi,” tegas Nazir.

Tidak hanya membidik kepolisian, Nazir juga melayangkan kritik tajam ke pihak rektorat Unram. Ia meminta birokrasi kampus keluar dari sikap pasif. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral besar untuk melindungi serta mengawal kasus hukum yang menimpa mahasiswinya sendiri.

IKLAN

Guna memastikan kasus ini tidak masuk angin, aliansi mahasiswa Unram telah merumuskan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak polisi segera membeberkan progres penyidikan sepekan terakhir. Kedua, meminta aparat profesional untuk cepat menangkap pelaku. Ketiga, menuntut keaktifan birokrasi kampus dalam mengawal kasus ini.

Nazir memastikan, elemen mahasiswa akan terus menggelar aksi pengawalan hingga tabir kematian NDR terungkap benderang. (Yenni)

Artikel Terkait

Back to top button