Kota MataramLingkungan

Kelurahan Mayura Targetkan 70 Titik Tempah Dedoro

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, menargetkan pembangunan 70 titik Tempah Dedoro sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

Hingga pertengahan 2026, kelurahan baru merealisasikan sekitar 20 unit, sementara pembangunan sisanya akan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.

Lurah Mayura, I Komang Oka Tri Cahyadi, mengatakan target tersebut mengacu kebutuhan di tujuh lingkungan kelurahannya.

IKLAN

Setiap lingkungan akan memiliki 10 unit Tempah Dedoro agar masyarakat dapat mengolah sampah organik lebih dekat dari sumbernya.

“Target kami setiap lingkungan memiliki 10 unit Tempah Dedoro sehingga totalnya 70 unit. Namun, realisasinya akan secara bertahap terlaksana sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Komang menjelaskan, pemerintah kelurahan akan terus menambah jumlah Tempah Dedoro hingga seluruh target terpenuhi.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik yang selama ini langsung masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS).

“Kalau sampah organik bisa selesai di lingkungan masing-masing, otomatis volume sampah yang dibawa ke TPS juga akan berkurang. Itu yang ingin kita dorong,” katanya.

Namun, pembangunan Tempah Dedoro tidak hanya bergantung pada anggaran. Kelurahan juga mempertimbangkan ketersediaan lahan di setiap lingkungan.

Kendala Lokasi

Beberapa kawasan belum memungkinkan untuk pembangunan karena keterbatasan lokasi. Salah satunya berada di Lingkungan Pandan Salas.

Menurut Komang, pembangunan Tempah Dedoro di kawasan tersebut akan menyesuaikan kesiapan lahan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak bisa memaksakan pembangunan di semua lingkungan dengan jumlah yang sama apabila lahannya tidak tersedia. Jadi, kami melihat kondisi di lapangan terlebih dahulu,” jelasnya.

Saat ini, pembangunan lebih banyak berlangsung di Lingkungan Sweta Barat, Sweta Selatan, dan Sweta Timur karena ketiga wilayah tersebut memiliki lahan yang lebih memadai. Komang menambahkan, pembangunan satu unit Tempah Dedoro membutuhkan anggaran sekitar Rp500 ribu.

Dana tersebut mencakup penyediaan material, seperti gumbleng, penutup, serta biaya penggalian. Menurutnya, besaran anggaran tersebut relatif sama dengan kelurahan lain di Kecamatan Cakranegara karena menggunakan rekanan yang sama.

“Rata-rata anggaran di wilayah Cakranegara sekitar Rp500 ribu per unit karena menggunakan rekanan yang sama,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait