Kota Mataram

Dinas Pertanian Kota Mataram Gandeng Dokter Hewan Pantau 70 Titik Penjualan Kurban

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pertanian Kota Mataram, memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Berdasarkan pemetaan di lapangan, tercatat ada sekitar 65 hingga 70 titik lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Mataram.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Jauhari menjelaskan, pihaknya telah menggandeng tim dokter hewan yang terbagi ke dalam enam kelompok sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada.

IKLAN

Tim ini bertugas memastikan setiap hewan yang dijual memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan gigi untuk memastikan usia hewan (poel), hingga pemeriksaan fisik luar.

“Kita lihat dari sisi kelayakan kurban, kalau kambing kan tanggal giginya (poel). Tadi sudah kita periksa giginya, alhamdulillah aman. Begitu juga dari sisi kesehatan seperti penyakit kulit dan mata, semuanya terpantau aman,” ujar Lalu Jauhari, Rabu, 13 Mei 2026.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian memastikan belum ditemukan adanya indikasi penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Antraks pada hewan-hewan yang telah didata. Sebagian besar pasokan hewan kurban di Mataram saat ini datang dari Lombok Tengah, Lombok Timur, serta hasil penangkaran lokal.

IKLAN

Selain pemantauan sebelum penyembelihan (antemortem), Jauhari menyebut, pengawasan akan berlanjut hingga hari penyembelihan (postmortem). Fokus utama petugas pada hari H adalah memeriksa kesehatan organ dalam hewan, terutama bagian hati.

“Nanti pada hari H ada dokter hewan beserta tim yang turun memeriksa organ dalam, biasanya bagian hati. Jika ditemukan adanya cacing hati, maka bagian yang rusak saja yang dibuang, tidak semuanya. Ini penting agar daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat,” tambahnya.

Setiap lapak penjual yang hewannya sehat dan layak akan mendapat tanda khusus atau stiker dari Dinas Pertanian. “Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat Mataram dalam memilih hewan kurban yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi,” tutup Jauhari. (*)

Artikel Terkait

Back to top button